Senin, 03 Oktober 2016

Tes TOEFL dan dapatkan Sertifikatnya

LPIA (Lembaga Pendidikan Indonesia Amerika) merupakan sebuah lembaga pendidikan yang bergerak dibidang kursus Bahasa Inggris dan Komputer. 
Kini kemampuan berbahasa Inggris dan mengoperasikan Komputer sudah menjadi standar pokok bagi perusahaan, instansi atau lembaga baik swasta maupun pemerintah dalam merekrut karyawan. Mengingat Bahasa Inggris merupakan sarana komunikasi internasional yang sangat penting. Sementara Komputer merupakan sarana kerja yang sangat efektif.
LPIA EPT / TOEFL merupakan salah satu program pendidikan bahasa Inggris untuk tes toefl dan mendapatkan sertifikat.

LPIA EPT / TOEFL (Test of english for Foreign Language)
Learning Content : Measuring the listening, structure (grammar), reading and writing skills of non-native - speakers of English to use and understand English as it is used in America colleges / universities

Promo LPIA TOEFL
Diskon untuk jumlah banyak.

Jumat, 30 September 2016

Kursus Komputer dan Bahasa Inggris di LPIA Tugu Koja

      Kini kemampuan berbahasa Inggris dan mengoperasikan Komputer sudah menjadi standar pokok bagi perusahaan, instansi atau lembaga baik swasta maupun pemerintah dalam merekrut karyawan. Mengingat Bahasa Inggris merupakan sarana komunikasi internasional yang sangat penting. Sementara Komputer merupakan sarana kerja yang sangat efektif.
         Tanpa dua komptensi dasar tesebut, sulit rasanya berkompetisi mendapat pekerjaan yang laiak. Kini dunia bisnis khususnya menuntut karyawannya untuk mampu berbahasa Inggris dan mengoperasikan Komputer. Apalagi sekarang eranya globalisasi, dimana semakin derasnya arus informasi dari luar dan semakin banyaknya investor asing datang membuka usaha di Indonesia maka memiliki kedua ketrampilan itu tidaklah dapat ditawar-tawar lagi.
      Melihat kebutuhan yang sangat besar tersebut, LPIA (Lembaga Pendidikan Indonesia Amerika) membuka usaha bidang pendidikan khusunya ketrampilan Bahasa Inggris dan Komputer. 

Program Komputer
MICROSOFT OFFICE BASE
A.      Aplikasi Perkantoran Premium 
LEVEL 1
Paket program yang sempurna sebagai langkah awal bagi anda memasuki dunia kerja. Materi program terdiri dari pembuatan dokumen – dokumen kantor seperti dokumen surat menyurat, laporan keuangan dan materi presentasi produk yang dikemas unik dengan konsep tematikal.
Software yang digunakan adalah Microsoft®Word, Microsoft®Excel dan Microsoft®PowerPoint

LEVEL 2
Efisiensi waktu dan biaya adalah esensial dalam menjalankan bisnis saat ini. Saat dokumen yang anda buat harus dipublikasikan atau dikirimkan kepada klien maupun rekan kerja anda dalam waktu cepat, pastikan anda menggunakan teknologi yang aman dan cepat. Di dalam paket program ini anda akan mempelajari bagaimana memanage daftar kontak person rekan kerja dan klien anda, membuat time schedule kegiatan anda dan mentransfer dokumen via internet dengan cara yang cepat dan aman, plus bagaimana anda membuat blog anda sendiri. Software yang digunakan adalah Microsoft®Outlook dan Mozilla Firefox

B.      Microsoft®Access
Program yang menjawab kebutuhan anda dalam pembuatan dan pengelolaan database untuk memaksimalkan efisiensi produktifitas perusahaan anda. Program ini didesain agar dapat dipahami dengan mudah oleh anda sekalipun belum memiliki pengalaman menggunakan program ini. Tahapannya dimulai dari input data, pengelompokan data, pengelolaan data dan pencetakan data sesuai kebutuhan anda

C.      Akuntansi Excel
Program ini mengoptimalkan fungsi Microsoft®Excel untuk perhitungan akuntansi dengan studi kasus di suatu perusahaan. Saatnya bagi anda untuk meningkatkan skill Microsoft®Excel anda ke tahapan yang lebih tinggi. Jika anda adalah berprofesi di bidang financial akuntansi, ataupun dalam proses studi di bidang akuntansi, maka program ini adalah pilihan terbaik bagi anda

GRAPHIC DESIGN TETRALOGY
D.      Adobe®Photoshop®
Pilihan yang paling tepat untuk memulai pengalaman anda di dunia Graphic Design. Adobe®Photoshop memberikan anda pilihan bagaimana proses meretouch, mengkomposisi bentuk dan letak gambar dan finalisasinya menjadi karya visual yang belum pernah anda bayangkan sebelumnya

E.       CorelDRAW®
Paduan antara Adobe®Photoshop dan CorelDRAW® merupakan fundamental yang esensial yang tidak dapat dipisahkan. CorelDRAW® memberikan anda pengalaman dalam mendesain sebuah komunikasi visual dari perpaduan bentuk – bentuk geometris dan teks. Gambar yang telah anda percantik di Adobe®Photoshop akan diintegrasikan dengan komposisi bentuk, warna serta tulisan yang berisi pesan maupun bahasa komersial.

F.       Autodesk®AutoCAD® (2D & 3D)
Penerapan seni di dalam dunia rancang bangun yang presisi. Jika anda berprofesi di dunia perancangan atau mendalami studi di bidang itu, anda tak akan melewatkan yang satu ini. Perancangan di bidang arsitektural dan mekanikal menjadi bagian dari program ini. Tersedia 2 pilihan yang menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan anda, 2 Dimensi dan 3 Dimensi

PROFESSIONAL PROGRAM
G.       3D Studio Max
Program ini ditujukan bagi kalangan umum atau profesi yang ingin mendalami seni grafis 3 dimensi dan animasi. Teknik dan cara membuat gambar tampak nyata dan bergerak diaplikasikan dalam pembuatan film dan iklan tv

H.        Web Design
Program ini mengenalkan pada siswa dasar-dasar pembuatan halaman internet dengan cara browser, membuat e-mail grafis, serta chatting melalui internet. Membuat design sederhana dengan photoshop dan membuat halaman meng-upload dengan dreamweaver sehingga dapat dinikmati secara online.

I.        Graphic Design
Program ini ditujukan bagi kalangan umum atau professional yang berminat pada seni grafis sebagai seni terapan, dimana akan mempelajari Adobephotoshop, Corel­draw, Macromedia Freehand.

OTHER
J.        MYOB ( Mind Your Own Bussiness )
Program ini ditujukan untuk para praktisi keuangan, mahasiswa atau pelajar yang ingin men­dalami program MYOB sebagai program pengolahan financial bagi perusahaan. Pada program ini diajarkan proses pencatatan keuangan mulai dari transaksi hingga ke laporan keuangan dengan menggunakan program MYOB.

K.      PC Kid
Program ini merupakan pengenalan komputer pada anak-anak. Sistem yang diter­apkan adalah bermain dan belajar karena disesuaikan dengan pola berfikir anak-anak. Disini anak-anak diperkenalkan dengan komputer melalui cara yang mudah dan sederhana sesuai dengan kemampuan anak.

L.       GMO ( General Microsoft Office )
Program ini mengenalkan pada anak-anak program-program yang biasa digunakan di sekolah, perkantoran atau untuk organisasi. Pada program ini siswa sudah diperkenalkan dengan aplikasi perkantoran tahap pengenalan. Selain itu aplikasi yang diberikan mengikuti perkembangan kurikulum yang berlaku di sekolah umum.

Metode Program Komputer : CIA (COMPUTER INTEGRATED ABILITIES)
Sebuah metode yang menyempurnakan pendekatan Teori dan Praktek yang dimiliki oleh lembaga kursus komputer pada umumnya. Metode CIA ini menyajikan studi kasus pemanfaatan software di dunia bisnis dan industri, sehingga memberikan pengalaman empiris bagi siswa yang belajar di LPIA. Keunikan lain dari metode ini adalah eksplorasi fitur dari sebuah software dan penggabungan proses antara satu software dengan software yang lain. Metode yang kami miliki akan memberikan pengalaman dan perspektif baru bagi anda dalam mengoperasionalkan PC.

Program Bahasa Inggris
A.     Pre Foundation Classes (TK, 1 – 3 SD)
Learning Content :
1.  Simple vocabularies
2.  Identifying the vocabularies in the world
3.  Introducing themselves to people
4.  Understanding and answering and simple qustions correctly

B.     Foundation Classes (4, 5, 6 SD)
Learning Content:
1.  Making Simple sentences
2.  Answering simple questions as well as asking the
3.  Understanding the English grammar and its use in sentences
4.  Applying them in the real world situations

C.     Basic Classes (1, 2, 3 SMP)
Learning Content:
1.  Asking and answering more questions than previous levels
2.  Understanding, practicing and making dialogues
3.  Understanding and practicing reading texts
4.  Composing paragraphs

D.     Pre/Mid/Elementary Classes (SLTA, Mahasiswa)
Learning Content:
1.  Encouraging students to speak up in English about any topics
2.  Asking and answering more complex questions using basic tenses
3.  Learning to read and write using correct grammar
4.  Learning to start a conversation

E.      Pre/Mid/Intermediate Classes (SLTA, Mahasiswa)
Learning Content:
1.  Speak up in English in a good manner and grammar
2.  Asking and answering more complex questions using almost all tenses
3.  Understanding / practicing complex reading (essays/novels)

F.       Pre/Mid/Advanced Classes (SLTA, Mahasiswa)
Learning Content:
Complain or expressing feelings about anything
1.  Being involved in a discussion
2.  Giving a presentation in front of people
3.  Role playing resembling real situations (drama)

G.       Conversation Classes (SLTA, Mahasiswa)
Learning Content:
1.  Encouraging students to speak about any topics
2.  learning how to read and write before the talking
3.  Being involved in a discussion

H.      English For Specific Purposes Classes (SLTA, Karyawan)
Learning Content : Learning to listen, speak, read and write in english as a foreign language about many spesific issues dealing with the client's needs.
That is, to make them master their english skills related with their jobs in the office.
Some of ESP Classes:
A. Business English
     Learning English Commonly used in world
B. Business Conversation
     Learning English Spoken used in world
C. English Bank Employees
     Learning English Specially used in banks
D. English Hospitality  Employees
     Learning English Specially used in hospital environment
E. English For IT (Information Technology) personal
     Learning English Particularly used in hospital environment

I.      LPIA EPT / TOEFL (Test of english for Foreign Language) (SLTA, Karyawan)
Learning Content : Measuring the listening, structure (grammar), reading and writing skills of non-native - speakers of English to use and understand English as it is used in America colleges / universities

Metode Program Bahasa Inggris : FAIES (First Aid In English System)
Metode pembelajaran LPIA, dengan menggunakan bahasa inggris secara langsung tanpa terjemahan (Directional Approach), membantu siswa-siswa mempraktekkan fungsi-fungsi bahasa (Functional Approach), melakukan praktek yang disimulasikan dengan situasi sehari-hari (Situational Approach) dan dengan pengulangan untuk meyakinkan siswa menggunakan pola berbicara yang benar.

Fasilitas:
- Free Modul + CD
- Ruang Kelas Full AC
- Movie Session
- Materi / PR sekolah bisa dibantu instruktur/guru bahasa lnggris
- Outing Class
- Wall Magazine
- LPIA Trip-s
- Free Wifi

PROMO LPIA TUGU KOJA DISKON 20% - 50%




English Conversation




PROMO Test Toefl LPIA




BROSUR LPIA 





Sabtu, 01 Desember 2012

Bahasa Inggris "Intermediet"


Intermediet


Simple past tense digunakan untuk fakta-fakta dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau. Contoh:
·         I was with my grandmother yesterday.
·         They were at home last week.
Kata kerja “to be” untuk simple past tense adalah bentuk lampau dari “to be” am, is, are, yakni sebagai berikut.
Tunggal
I was
You were
He was
She was
It was
Jamak
We were
You were
They were
Beberapa contoh kalimat simple past tense dengan kata kerja “to be”:
·         I was happy yesterday
·         We were teachers for 20 years
·         There was a lot of rain yesterday
Kalimat-kalimat simple past tense selalu terkait dengan waktu tertentu yang dinyatakan atau tidak dinyatakan. Contoh:
·         I was really busy yesterday. (Waktu dalam kalimat ini dinyatakan)
·         I was really busy. (Waktu dalam kalimat ini tidak dinyatakan, tetapi dalam sebuah percakapan waktu yang dimaksud dapat dimengerti).
To be” negatif
Kalimat negatif simple past tense dibuat dengan menambahkan not setelah kata kerja “to be”. Contoh:
·         It was not sunny yesterday
·         They were not in the library
Kita sering menyingkat “to be” negatif khususnya dalam bahasa lisan:
·         She was not hungry -> She wasn’t hungry
·         They were not abroad last year -> They weren’t abroad last year.
“To be” bertanya
Pertanyaan dibuat dengan menukar posisi subjek dan kata kerja “to be”. Contoh:
·         He was a teacher
·         Was he a teacher?
·         We were happy to see your family.
·         Were you happy to see my family?

Simple past tense


Simple Past Tense digunakan untuk fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau. Contoh:
·         I played tennis with some guys from work yesterday.
·         We stayed in Shanghai for five days.
Kata kerja simple past tense (kata kerja bentuk ke-2) yang reguler dibentuk dengan menambahkan “-ed” pada akhiran kata kerja. Contoh:
·         jump -> jumped: The dog jumped over the fence.
·         walk -> walked: I walked 22 kilometers yesterday.
·         work -> worked: We worked together as lawyers for 15 years.
Kegunaan
Simple past tense digunakan untuk menyatakan sebuah tindakan yang telah selesai dilakukan. Contoh:
·         We watched a movie at the weekend (kami menonton film di akhir pekan)
·         She arrived on Thursday (dia tiba hari Kamis)
Waktu spesifik harus dinyatakan atau diisyaratkan. Contoh:
·         I walked to work this morning – Dalam kalimat ini waktunya disebutkan
·         I walked to work – Dalam kalimat ini waktu tidak disebutkan, tetapi konteks kalimatnya dapat membuat kita memahami waktu yang dimaksud (yakni waktu lampau).
Kalimat negatif
Kalimat negatif simple past tense dibuat dengan did dan not. Did adalah bentuk lampau dari kata kerja to do. Did dan not sering disingkat menjadi didn’t. Contoh:
- I arrived in London on Monday -> I
 didn’t arrive on Sunday.
- They stayed at the Vivaldi Hotel -> They
 didn’t stay at the Carlton Hotel.
Karena “did” merupakan bentuk lampau, maka kata kerja utama tidak mengalami perubahan. Contoh:
·         We didn’t live in Italy. Did adalah bentuk lampau sehingga live tidak dirubah menjadi bentuk lampau.
·         We didn’t lived in Italy. Kalimat ini tidak benar
Kalimat bertanya
Pertanyaan dibuat dengan menempatkan did sebelum subjek. Contoh:
·         You lived in Japan -> Did you live in Japan?
·         They stayed at the Vivaldi Hotel -> Did they stay at the Vivaldi Hotel?
Kata kerja utama juga tidak berubah (tidak diganti menjadi bentuk lampau), contoh:
- You lived in Japan ->
 Did you lived in Japan? (tidak benar)
- You lived in Japan ->
 Did you live in Japan? (benar)
Kata kerja tidak beraturan
Ada banyak kata kerja simple past tense yang tidak beraturan (irregular verbs) dalam bahasa Inggris, yakni tidak ditambahkan -ed. Berikut beberapa kata kerja tidak beraturan yang paling umum.
be – was/were
become – became
begin – began
break – broke
bring – brought
build – built
buy – bought
catch - caught
choose – chose
come – came
do – did
draw -drea
eat – ate
feel – felt
fight – fought
find – found
fly – flew
forget – forgot
get – got
give – gave
go – went
have – had
hear – heard
hit – hit
know - knew
learn – learnt/learned
leave – left
lose – lost
make – made
meet – met
pay – paid
read – read
ride - rode
run – run
say – said
sell – sold
send – sent
shut – shut
sing – sang
sit – sat
sleep – slept
smell – smelt/smelled
speak – spoke
stand – stood
swim – swam
take – took
teach – taught
tell – told
think – thought
understand – understood
wear – wore
win – won
write – wrote

Past Continous Tense

 

Past Continous Tense digunakan untuk kegiatan-kegiatan atau situasi-situasi yang telah terjadi selama sebuah periode waktu. Contoh:
·         We were playing tennis with some friends from work.
·         The sun was shining this morning.
Past continous tense dibuat dengan bentuk lampau dari to be dan bentuk -ing dari kata kerja.
Tunggal
I was walking
You were walking
He was walking
She was walking
It was walking
Jamak
We were walking
You were walking
They were walking
Kegunaan
Past Continous Tense digunakan untuk tindakan-tindakan yang sedang berlangsung di masa lampau. Kita sedang berada di pertengahan tindakan-tindakan ini, yakni tindakan-tindakan tersebut telah dimulai tetapi belum berakhir. Contoh:
·         We were playing tennis yesterday afternoon.
·         What were you doing? I was having lunch with my sister.
Past Continous Tense dan Simple Past Tense sering digunakan bersama untuk menunjukkan bahwa sebuah situasi terjadi selama terjadinya situasi lainnya. Past Continous Tense digunakan untuk sebuah kejadian dasar yang sebelumnya telah dimulai, dan Simple Past Tense digunakan untuk memperkenalkan sebuah kejadian baru dimana kejadian dasar masih sedang berlangsung. Contoh:
·         I was walking in the park when it started to rain. – “Walking in the park” adalah situasi dasar, and “it started to rain” adalah kejadian baru yang terjadi setelah itu.
·         It was raining so I ran back home.
·         While I was running, the rain stopped.
·         It wasn’t raining, so I walked in the park again.
Perlu diperhatikan bahwa jika kita ingin menunjukkan bahwa sebuah situasi terjadi setelah situasi lainnya telah berakhir, kita biasanya menggunakan Simple Past Tensesaja. Contoh:
·         Yesterday I walked in the park, it started to rain, I ran back home, and the rain stopped.

 

 

 

 

Simple Future Tense – Will/Shall

 

Diantara semua jenis future tense, Simple Future Tense merupakan yang paling umum. Tenses ini digunakan pada banyak situasi seperti ketika membuat janji atau prediksi. Dalam membahas tenses ini kita akan membagi pembahasan menjadi 2 bagian, yaitu Simple Future Tense yang menggunakan will/shall, dan Simple Future Tense yang menggunakan going to.
Will/Shall
Will merupakan modal verb yang digunakan untuk menunjukkan waktu di masa yang akan datang. Contoh:
·         It will be sunny tomorrow.
·         The new restaurant will open next week.
Will ditempatkan setelah subjek dan sebelum kata kerja utama, dan dalam pertanyaan subjek dan will ditukar posisinya. Will sering disingkat menjadi ‘ll, misalnya he’ll,they’ll, dan bentuk negatif will not sering disingkat menjadi won’t.
Afirmatif
He will / He’ll stay at home tomorrow.
They
 will / They’ll be very busy.
Negatif
I will not / won’t stay at home tomorrow.
They
 will not / won’t be very busy.
Pertanyaan
Will he stay at home tomorrow?
Will they be busy?
Kegunaan
Will digunakan untuk prediksi dan fakta di masa yang akan datang. Contoh:
·         We’ll finish it by tonight.
·         We have a lot of time. We won’t be late.
·         “Where will you go next year?” “I’ll go to America.”
Will juga digunakan untuk membuat respons spontan. Misalnya:
Penawaran: – “The telephone’s ringing.” “I’ll answer it.”
Janji: – “I’ll never leave you” – “I’ll give it to you tomorrow morning.”
Permintaan: – “Will you wait for me this evening?”
Will yang digunakan untuk menyatakan permintaan sifatnya cukup kuat dan serng digunakan ketika jawaban yang diharapkan atas permintaan tersebut adalah “Ya”. Jika tidak maka penggunaan can lebih sopan, contoh: “Can you wait for me this evening”
Ancaman: - “You’ll be sorry!”
Perintah: – “You will not eat my chocolate-chip cookies!”
Shall
Shall digunakan hanya untuk subjek dan we dalam pertanyaan. Contoh:
·         “Shall I open the window?”
Shall juga bisa digunakan untuk membuat kalimat positif, tetapi ini sifatnya lebih formal dan dianggap kuno.
·         “We shall arrive at 6.00.”


Simple Future Tense – Going to


Pelajaran ini merupakan lanjutan dari bagian terdahulu tentang Simple Future Tense dengan will/shall. Nah sekarang kita akan membahas Simple Future Tense yang menggunakan going to.
Going to digunakan untuk menunjukkan keinginan/maksud di masa yang akan datang. Contoh:
·         I’m going to go on vacation next summer.
·         We’re going to start our own business.
Kalimat future going to dibuat dengan kaidah sebagai berikut:
Subjek + kata kerja “to be” + going to + kata kerja infinitif.
Contoh: They are going to have dinner
Kegunaan
Going to digunakan untuk rencana-rencana di masa yang akan datang. Contoh:
·         I’m going to see my friends this evening.
·         He’s going to write a book.
·         What are you going to do?
Going to juga digunakan untuk membuat sebuah prediksi berdasarkan bukti yang ada sekarang. Contoh:
·         He’s going to fall over! (Pembicara bisa melihat orang yang bersangkutan sedang dalam bahaya.)
·         She’s going to win. (Pembicara bisa melihat orang yang bersangkutan berpeluang untuk menang).
Will dan going to keduanya digunakan untuk menyatakan prediksi-prediksi dan terkadang ada sedikit perbedaan makna keduanya. Coba bandingkan:
·         It will be sunny this afternoon. (Sebuah prediksi yang umum)
·         It’s going to be sunny this afternoon. (Diprediksikan demikian karena pembicara melihat sekarang cuaca lebih panas)
Going to dengan “to be” Simple Past Tense (was, were) sering digunakan untuk menyatakan keiginan atau rencana yang tidak jadi dilakukan. Contoh:
·         I was going to meet my friends but I didn’t have time.
·         We were going to take a vacation but it was too expensive.
Going to sering disingkat menjadi gonna dalam bahasa Inggris lisan. Contoh:
·         “I’m gonna buy a new computer.”


Adjective dan Adverb (kata sifat dan kata keterangan)

 

Adjective (kata sifat) memberikan informasi tentang kata benda. Contoh:
·         She’s an excellent dancer.
·         I’ve got a new apartment.
Adverb (kata keterangan) merubah kata kerja, yakni kata keterangan menjelaskan bagaimana sesuatu dilakukan. Contoh:
- She learns quickly.
- You can speak English
 well.
Adjective (kata sifat)
Adjective bisa ditempatkan sebelum kata benda. Contoh:
·         This is a beautiful bird.
·         “This is a bird beautiful.” tidak benar.
Kata sifat memberikan informasi seperti ukuran (kecil, besar), bentuk (bulat, persegi), warna (kuning, hijau), kebangsaan (Cina, Polandia), dan opini (baik, buruk).
Adjective tidak mengalami perubahan yang tergantung pada jumlah (tunggal atau jamak). Contoh:
·         She has a cute puppy.
·         She has three cute puppies.
Perhatikan bahwa adjective (cute) tidak mengalami perubahan baik dalam bentuk tunggal (puppy) maupun jamak (puppies).
Adjective juga bisa ditempatkan setelah kata kerja tertentu seperti be, feel, look, dantaste. Contoh:
·         I’m really happy today.
·         She’s got a new job so she feels great.
·         You look wonderful!
·         This chicken tastes delicious.
Adverb (kata keterangan)
Adverb sering dibentuk dengan menambahkan -ly di belakang adjective. Contoh:
·         quick (adjective) – He’s quick at learning new things.
·         quickly (adverb) – He learns quickly.
·         bad (adjective) – He didn’t get a bad test score.
·         badly (adverb) – He didn’t do badly in his test.
Untuk adverb yang terbentuk dari adjective yang berakhiran dengan huruf “-y” ganti “-y” dengan “-i” dan tambahkan “-ly“. Contoh:
·         easy (adjective) – He thinks math is easy.
·         easily (adverb) – He can do math easily.
·         happy (adjective) – He’s a happy man.
·         happily (adverb) – He works happily every day.
Untuk adverb yang terbentuk dari adjective yang berakhiran dengan huruf “-le” ganti “-le” dengan “-ly“. Contoh:
·         simple (adjective) – The teacher makes difficult things simple.
·         simply (adverb) – He teaches simply and clearly.
Beberapa adverb sama dengan adjective. Contoh:
·         He runs fast (adverb) – He’s a fast runner. (adjective)
·         He studies hard. (adverb) – It’s a hard life. (adjective)
Adverb untuk “good” adalah “well“. Contoh:
·         She’s a good pianist.
·         She plays the piano well.
Adverb juga bisa mengubah adjective dan adverb-adverb lainnya. Contoh:
·         That’s a good book.
·         That’s a very good book.
·         She’s a talented girl.
·         She’s an incredibly talented girl.
·         You’re right!
·         You’re absolutely right!

Adjective: bentuk -ed/-ing

 

Banyak adjective yang bisa berakhiran dengan -ed atau -ing. Contoh:
- I’m excited about tomorrow.
- This is an
 exciting book.
Apabila adjective berakhiran dengan -ed, maka adjective tersebut menunjukkanperasaan tentang sesuatu. Contoh:
·         I’m interested in modern art. (Ini merupakan perasaan pribadi si pembicara)
·         I was really bored yesterday.
Apabila adjective berakhiran dengan -ing, maka adjective tersebut menunjukkanperasaan yang dihasilkan sesuatu. Contoh:
·         Modern art is interesting. (“Modern art” tidak bisa merasakan, tetapi membuat pembicara (I) merasa tertarik).
·         The news was shocking. (The “news” memberikan kita perasaan shocking/kaget).
Coba bandingkan:
·         He’s bored. – Dia (He) tidak dapat melakukan apaapa, dia tidak sedang senang. Kalimat ini menunjukkan perasaannya.
·         He’s boring. – Dia (He) bukan orang yang menarik. Kalimat ini menunjukkan perasaan yang ia timbulkan pada diri orang lain.
Berikut beberapa pasangan adjective umum yang menggunakan -ed/-ing.
Perhatikan bahwa adjective tidak mengalami perubahan karena jumlah (jamak/tunggal).
Adjective -ed
annoy – I don’t get annoyed easily.
amazed – I’m amazed by hers artistic talent.
confused – I asked the teacher, but we were still confused.
disappointed – They were disappointed the weather was not good.
surprised - I was surprised to see you.
amused
thrilled
Adjective -ing
annoying – Noisy mobile phones can be annoying.
amazing – The concert last might was amazing.
confusing – This textbook is really confusing.
-
disappointing - Yesterday’s weather was disappointing.
surprising - I heard some surprising news.
amusing
thrilling


Urutan penempatan Adjective

 

Apabila kita menggunakan lebih dari satu adjective (kata sifat) maka adjective-adjective tersebut harus digunakan dengan urutan yang benar. Urutan adjective tidak seluruhnya tetap tetapi urutannya yang umum adalah sebagai berikut:
Determiner – Opini – Ukuran – Usia – Bentuk – Warna – Asal-usul – Material -> Kata benda
Determiner adalah kata seperti a, an, the, this, that. Kata-kata ini juga merupakan jenis adjective.
Contoh:
·         a famous, old painting
·         a big, round table
·         an American, cotton shirt
Adjective yang merupakan opini ditempatkan sebelum adjective yang merupakan fakta. Contoh:
·         “A long, dark tunnel” atau “A long dark tunnel” keduanya dapat dipakai.
Dengan dua atau lebih adjective warna, digunakan and. Contoh:
·         She’s got a black and white kitten.
Dua adjective selain warna tidak menggunakan and. Contoh:
·         She’s got a little, black kitten.
Kalimat “She’s got a little and black kitten” tidak benar.

Komparatif – As…As

 

Struktur “as…as” digunakan untuk membandingkan hal-hal yang setara. Contoh:
·         Jennifer is 163cm and Tony is 163cm. Jennifer is as tall as Tony.
·         This house is 40 years old, that house is also 40 years old. This house is as old as that house.
·         Bach’s music is as good as Mozart’s.
·         Spring is as warm as fall.
as…as” juga bisa digunakan dalam kalimat negatif dan pertanyaan. Contoh:
·         The Amazon isn’t as long as the Nile.
·         The second movie wasn’t as good as the first.
·         Is Japan as expensive as England?
as…as” juga bisa digunakan untuk menunjukkan sebuah jumlah yang ekstrim.
·         “Eat as much as you want.” The amount you eat is “equal” to the amount you want.
·         Hurry! Run as fast as you can!
·         Study as hard as possible.
Kuantitas yang berlipat ganda juga dapat dinyatakan dengan “as…as”. Contoh:
·         I’m 22. My friend is twice as old as me. She’s 44 years old.
·         My aunt is three times as old as me. She’s 66.
·         And my grandmother is four times as old as me. She’s 88 years old.
·         Jenny is also 22 years old. She’s the same as me.

Komparatif: Kuantitas

 

Quantifier, atau kata sifat yang menunjukkan kuantitas, juga memiliki bentuk komparatif (tingkat lebih) dan superlatif (tingkat paling).
Quantifier (much/many/a lot of)
- I have a lot of apples.
- I don’t have
 manyapples.
- I don’t have
 much time.
- few – They have a few potatoes.
- little – We’ve got a little rice.
Comparative
more
- I have more apples thanyou.
- I don’t have
 more applesthan you.
- I don’t have
 more time than you.
- fewer - We’ve got fewer potatoes.
- less – They’ve got less rice.
Superlative
most
- He has the most apples.
- I don’t have the most apples.
- I don’t have
 the most time.
- fewest -You’ve got the least potatoes.
- least – I’ve got the least rice.
Perlu diingat bahwa:
·         many dan few digunakan bersama dengan kata benda yang dapat dihitung (countable noun).
·         much dan less digunakan bersama dengan kata benda yang tidak dapat dihitung (uncountable noun).
·         a lot of / lots of bisa digunakan baik bersama dengan countable maupun uncountable noun.
Kita juga bisa menggunakan struktur “as…as” untuk menunjukkan keseteraan. Contoh:
·         We have as many candies as you.
·         There are as few people in this town as that one.
·         She’s got as much water as we do.
·         I’ve got as little time as you do.

Gerund dan Infinitif: Verb+Gerund/Verb+Infinitif

 

Gerund adalah kata kerja yang berfungs sebagai kata benda. Contoh:
·         I enjoy playing tennis. I enjoy play tennis” tidak benar.
·         We practice speaking English every day.
·         They just bought a new swimming pool.
Dalam bahasa Inggris infinitive dibentuk dari to dan kata kerja. Contoh:
·         I want to learn a new language.
·         You forgot to close the door.
Kata kerja sering diikuti dengan infinitif atau gerund dan memilih yang mana yang harus digunakan memiliki beberapa kaidah tetap, tergantung utamanya pada kata kerja individual.
Kata kerja + Gerund
Berikut beberapa contoh kata kerja yang bisa diikuti dengan gerund, tetapi tidak dapat diikuti infinitif.
admit – He admitted taking the money.
celebrate – We celebrated winning the competition.
deny – The government denied spending too little on education.
dislike – I dislike complaining.
enjoy – She enjoys meeting her friends.
finish – I finished working there last month.
imagine – I imagine being a waitress is a difficult job.
keep – Where are my keys? I keep losing them.
mind – I don’t mind waiting, we’ve got time.
miss – I miss talking with my sisters.
risk – Jeff’s always late. He risks losing his job.
suggest – I suggest having lunch first.
Gerund juga digunakan setelah beberapa kata kerja frase (kata kerja yang terdiri lebih dari 1 kata). Contoh:
·         If you keep on doing the same thing, you’ll get the same results.
·         She wants to give up drinking coffee.
Kata kerja + infinitive
Berikut beberapa kata kerja umum yang bisa diikuti oleh infinitif, tetapi tidak dapat diikuti oleh gerund.
aim – I’m aiming to finish this book by the end of March.
afford – I can’t afford to buy new clothes.
agree – My boss agreed to give me a reference.
decide – We decided to have a baby.
deserve – You deserve to have a better score.
forget – Don’t forget to lock the door.
hope – I hope to go to Harvard Business School.
learn – I learnt to read when I was 3 years old.
mean – I’m sorry, I didn’t mean to make you angry.
need – You don’t need to study a lot, you need to study a little for a long time.
offer – He offered to help me carry these bags.
plan – They plan to go abroad next year.
pretend – He’s pretending to be sick.
promise – She promised to be here on time.
refuse – Why do they always refuse to listen?
seem – She seems to be really intelligent.

Gerund dan Infinitif: Verb+Gerund atau Infinitif 1

 

Beberapa kata kerja (verb) bisa diikuti baik oleh infinitif maupun oleh gerund. Kata kerja seperti ini selanjutnya bisa dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah kata kerja dengan sedikit perbedaan makna jika digunakan bersama infinitif dan jika digunakan bersama gerund. Kelompok kedua adalah kata kerja dengan perbedaan makna yang jelas jika digunakan bersama dengan infinitif dan jika digunakan bersama gerund.
Verb + Gerund atau Infinitif: Sedikit perbedaan makna
Berikut beberapa kata kerja umum yang bisa diikuti oleh gerund maupun infinitif dengan sedikit perubahan makna. Akan tetapi, perubahan makna masih bisa terjadi karena hampir tidak ada batas kombinasi antara kata kerja dan gerund/infinitif.
·         begin – She began to sing. – He began working here last year.
·         bother – Don’t bother to wash the dishes. I’ll do it. – Don’t bother washing the dishes. I’ll do it.
·         continue – You can continue to live here for 6 months. – You can continueliving here for 6 months.
·         start – I started to learn the clarinet when I was 8. I started learning the clarinet when I was 8.
Love / like / hate / prefer
Keempat kata kerja ini menggunakan gerund untuk situasi-situasi atau tindakan-tindakan yang sedang berlangsung. Infinitif digunakan untuk informasi faktual.
Hate
·         I hate working at my new job (Pembicara sedang kerja di pekerjaan baru tersebut.)
·         I hate to work on Sundays. (waktu dan situasi spesifik.)
Like
·         I like playing the piano. (Pembicara menyukai proses dan rasa main piano)
·         I like to play the piano. (Adalah fakta bahwa pembicara menyukai beramain piano)
Love
·         I prefer to study by myself. (Kedengaran seperti kalimat faktual)
·         I prefer studying by myself. (Kedengaran lebih personal, mungkin si pembicara sedang belajar sekarang)
Kata kerja-kata kerja ini juga sering digunakan bersama dengan would dan infinitive, dan menunjuk pada situasi spesifik. Contoh:
·         I would love to go to China.
·         We would prefer to meet at 7.00.
Allow / permit
Allow dan permit memiliki pola tertentu jika digunakan bersama gerund dan pola tertentu jika digunakan bersama infinitif.
allow + gerund – My teacher doesn’t allow eating in class.
allow + object + infinitive – My teacher doesn’t
 allow us to eat in class.
permit + gerund – My teacher doesn’t
 permit eating in class.
permit + object + infinitive – My teacher doesn’t
 permit us to eat in class.

Gerund dan Infinitif: Verb+Gerund atau Infinitif 2


Pembahasan ini merupakan lanjutan dari unit sebelumnya “Gerund dan Infinitif: Verb+Gerund atau Infinitif 1” tentang perbedaan makna kalimat apabila kata kerja digunakan bersama gerund dan apabila kata kerja digunakan bersama infinitif.
Gerund dan infinitif: perbedaan jelas dalam makna
Kata kerja ini bisa diikuti oleh gerund atau infinitif tetapi disertai dengan perubahan makna.
Forget / regret / remember
Apabila kata kerja-kata kerja ini digunakan bersama dengan gerund maka mereka menunjuk pada sesuatu yang terjadi sebelum waktu tertentu. Apabila kata kerja-kata kerja ini digunakan bersama dengan infinitif maka mereka menunjuk pada sesuatu yang terjadi saat atau setelah waktu tertentu.
Forget
Forget bersama gerund sering digunakan dengan never untuk menyatakan tindakan sebelumnya yang dapat diingat.
·         I’ll never forget going to Japan.
Forget bersama infinitif berarti sesuatu yang terjadi saat atau setelah waktu tertentu.
·         Don’t forget to meet me at 5.00.
Regret
Regret bersama gerund menunjuk pada tindakan yang dilakukan sebelumnya.
·         I don’t regret leaving my job.
Regret bersama infinitif digunakan untuk memberikan berita buruk dengan cara yang formal dan sopan. Ini sering digunakan bersama dengan kata kerja to say, to announce, to tell you dan to inform you.
·         We regret to inform you the interview is cancelled.
Remember yang diikuti gerund menunjuk pada pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.
·         I remember meeting you last year. (makna: Saya pernah bertemu kamu sebelumnya).
Remember yang diikuti to infinitive digunakan untuk sesuatu yang terjadi pada atau setelah waktu tertentu.
·         Please remember to close the door. (makna: Lain kali harap tutup pintu.)
Contoh yang lebih rinci:
·         Andi remembered to wash the dishes. (Andi mengingat bahwa dia perlu mencuci piring).
·         Andi remembered washing the dishes. (Andi mengingat bahwa dia sudah mencuci piring tadi).
Intinya bahwa “remember” yang diikuti oleh gerund berarti “mengingat bahwa sebuah pekerjaan telah dilakukan” sedangkan “remember” yang diikuti oleh to infinitive berarti “mengingat bahwa sebuah pekerjaan perlu dilakukan“.
Go on
Go on bersama gerund berarti melanjutkan sebuah tindakan yang sedang berlangsung. Contoh:
·         I want to go on studying here.
Go on bersama infinitif berarti melakukan sesuatu yang baru. Contoh:
·         After university, he went on to study law.
Mean
Mean bersama gerund menunjukkan akibat-akibat negatif. Contoh:
·         You can buy a new car, but it means spending a lot of money.
Mean bersama infinitif menunjukkan keinginan.
·         He means to leave his job next month.
·         I didn’t mean to make you angry.
Try
Try dengan gerund digunakan untuk anjuran-anjuran.
·         “I need to lose weight.” “Try exercising and eating healthy food”.
·         “I’m really hot.” “Try sitting here, it’s much cooler.”
Try dengan infinitif berarti mengupayakan sesuatu.
·         I tried to lift it but I can’t.
·         I’ll try to finish this by tomorrow morning.
Stop
Stop bersama gerund berarti mengakhiri sebuah tindakan.
·         I stopped eating fast food last year.
·         I can’t stop loving you.
·         Stop being so annoying!
Stop dengan infinitif berarti memutus sebuah tindakan
·         I was walking to the subway station, and I stopped to say “Hi” to my friends.
·         I was working at home, and I stopped to answer the ‘phone.
Come
Come bersama gerund berarti pergerakan dengan kesan mengherankan atau menyenangkan.
·         The ball came flying toward me – it almosty hit me on the head!
·         Don’t come running to me! (ini berarti tidak mengharapkan simpati)
Come dengan infinitif berarti sebuah perubahan persepsi.
·         I thought he wasn’t smart, but I came to realize he’s very talented.
·         I didn’t like teaching, but I came to like it.
come dengan infinitive bisa juga berarti hanya alasan.
·         Why did you come? – I came to watch a movie.


Conditional (kalimat pengandaian) – Zero conditional

Kalimat pengandaian dalam bahasa Inggris dikelompokkan menjadi empat jenis utama yaitu conditional zero, conditional pertama, conditional kedua, dan conditional ketiga.
Zero conditional
Zero conditional digunakan untuk pernyataan-pernyataan dan fakta-fakta yang dirasakan benar.
Zero conditional memiliki bentuk if + present simple + present simple. Contoh:
·         If you need any help just call me.
·         If you run fast you get tired.
Semua kalimat pengandaian memiliki dua klausa, yaitu klausa if
·         “If you have time, …”
dan klausa utama
·         “…come and visit us”.
Kedua klausa ini bisa diletakkan di awal maupun di akhir kalimat.
·         “If it rains take an umbrella” – atau juga:
·         “Take an umbrella if it rains.”
Zero conditional sering digunakan bersama dengan kalimat perintah (imperative). Contoh:
·         If you feel sick, see a doctor.
·         If you can’t take the heat, stay out of the kitchen.

Conditional (kalimat pengandaian) – First conditional

 

Pelajaran ini adalah lanjutan dari unit sebelumnya “Conditional (kalimat pengandaian) – Zero conditional“. Sekarang kita akan bahas tentang First conditional. First conditional digunakan untuk pernyataan-pernyataan dan fakta-fakta yang akan menjadi kenyataan, jika kondisi tertentu dipenuhi.
First conditional memiliki bentuk if + present simple + will + kata kerja dasar.Contoh:
·         If it’s sunny, we’ll go to the beach.
·         If I have time, I’ll meet you at work.
·         If we don’t go now, we’ll be late.
Seperti dengan semua kalimat pengandaian, first conditional memiliki dua klausa, klausa if
·         “If you help us, …”
dan klausa utama
·         “…we’ll help you.”.
Kedua klausa ini bisa ditempatkan di awal kalimat:
·         “If he gets a new job we’ll move to London.” – atau juga:
·         “We’ll move to London if he gets a new job.”
Pada first conditional, will merupakan sebuah modal verb yang menunjukkan kepastian. Modal verb lainnya juga bisa digunakan untuk menunjukkan berbagai tingkat kepastian. Contoh:
·         If you like Asian food, you’ll love this restaurant. (Terdapat peluang 100% anda akan menyukai restoran tersebut)
·         If you like Asian food, you should like this restaurant. (80%)
·         If you like Asian food, you might like this restaurant. (50%)
·         If you like Asian food, you probably won’t like this restaurant. (20%)
·         If you like Asian food, you won’t like this restaurant. (0%)

Kata Kerja Transitif dan Intransitif

 

Jika kita mencermati kata kerja, akan terlihat bahwa tidak semua kata kerja digunakan sama. Semua tidak menyatakan tindakan. Ada beberapa yang menunjukkan keadaan atau kondisi. Dalam klasifikasi kata kerja, ada yang disebut sebagai kata kerjaTransitif dan Intransitif. Kedua golongan kata kerja ini sering menimbulkan kerancuan jika tidak dipahami dengan baik.
Kata kerja Transitif
Kata kerja transitif bisa didefinisikan sebagai kata kerja yang harus diikuti objek untuk melengkapi maknanya, dan untuk mengalami tindakan yang dinyatakan. Kebanyakan kata kerja dalam bahasa Inggris termasuk kata kerja transitif.
Kata kerja transitif = subjek + verb + objek
Kata kerja transitif melibatkan bukan hanya subjek, tetapi juga seseorang atau sesuatu yang lain, yakni objek. Contoh:
·         I take my books to class (take adalah KK intransitif dan objeknya adalah my books)
·         They played chess last night (play adalah KK intransitif dan objeknya adalahchess)
·         He has many friends
·         She admires Angelina most
·         Green suits you
·         They have not raised the standard of living much
·         I support the government
Beberapa KK transitif bisa memiliki dua objek, yakni satu objek tak-langsung yang diikuti satu objek langsung, contoh:
·         He brings me my lunch in the bad.
·         She promises me a job as a salesman
·         I lend my younger brother all the money I had
Kita juga bisa membalik urutan objek-objek dan menempatkan objek langsung terlebih dahulu dengan menambahkan preposisi to sebelum objek tidak langsung, contoh:
·         I lend all the money to my younger brother
·         She teaches English to all the students in the class
Kata Kerja Intransitif
Kata kerja intransitif bisa didefinisikan sebagai kata kerja sudah lengkap dengan sendirinya, atau yang dilengkapi dengan kata-kata lain tanpa memerlukan sebuah objek.
Kata Kerja Intransitif = subjek + kata kerja
Jika sebuah tindakan hanya berkaitan dengan satu orang atau hal, maka Anda hanya menyebutkan orang atau hal yang melakukan tindakan tersebut (subjek) dan tindakan itu sendiri (kata kerja). Jadi kata intransitif bisa disebut sebagai kata kerja yang menjelaskan tindakan. Contoh:
·         They slept soundly (kata kerja slept tidak diikuti objek)
·         I waited and waited, but nobody comes (waited dan comes tidak diikuti objek)
Banyak kata kerja intransitif menunjukkan perilaku atau pergerakan fisik. Contoh:
·         As the boys arrived, the girls departed
·         The wind subsided, the sun came out and the water receded
·         He wept bitterly on hearing this news
Pada contoh terakhir terlihat bahwa KK intransitif sering diikuti oleh sebuah frase preposisional atau adverbal yang memberikan lebih banyak informasi tentang tindakan tersebut – kapan terjadi, dimana, bagaimana, dan apa akibatnya, dst. Bandingan contoh-contoh berikut:
·         I arrived at the station at a quarter past three.
·         He travelled south with all possible speed.
·         Katie was standing in the corner and Justin was lying on the bed.
·         It happened yesterday. Vicky had behaved quite unacceptably.
·         She could not remain in her company, so she turned and rushed out of the room.
Anda bisa mengenali bahwa sebuah kata kerja adalah KK intransitif jika tidak memiliki bentuk pasif.
Contoh:
·   Andy sits in the corner when he reads. BUKAN The corner is sat when Jack reads.
·   Peter arrived early. BUKAN Early was arrived Peter.
Transitif DAN intransitif
Beberapa kata kerja yang memiliki banyak makna bisa termasuk transitif dan intransitif tergantung pada penggunaannya. Salah satu contohnya adalah “run”. Jika kita menggunakan run dalam artian berlari, maka run merupakan intransitif.
·         Miswar ran every weekend when she was at college (ran di sini adalah intransitif)
TETAPI
“Run” yang digunakan dalam artian menjalankan adalah sebuah transitif.
·         Bill gates runs Microsoft (run di sini adalah transitif).
————–
Perlu diperhatikan bahwa walaupun KK transitif bisa diikuti oleh frase adverbal atau preposisional, namun KK transitif tidak bisa digunakan secara intransitif. Kita tidak bisa mengatakan:
·         The newspaper has offered
·         That does not interest
·         I still support
karena maknanya tidak lengkap. Juga kita tidak boleh menggunakan KK intransitif secara transitif. Kita tidak bisa mengatakan:
·         I will have to economise my spending
·         Her body was aching the pain
·         The sun came out the hills
(Material is primarily adapted from: BBC, ESL, Lousy Writer)

Indefinite Pronoun (Kata ganti tak tentu)

 

Indefinite pronoun (kata ganti tak tentu) berfungsi mengganti hal-hal yang spesifik menjadi konsep-konsep yang umum dan tidak spesifik. Contoh:
·         I want to live abroad in Italy.
·         I want to live abroad somewhere.
Dalam unit ini kita akan membahas indefinite pronoun yang terbentuk dari kata some, any, no, dan every.
Some/any
Some dan any bisa dikombinasikan dengan “-thing” untuk menunjukkan objek yang tidak ditentukan. Contoh:
·         There’s something outside the door.
·         There isn’t anything in the box.
Some dan any bisa dikombinasikan dengan “-body” atau “-one” untuk menunjukkan orang yang tidak ditentukan. Ada sedikit perbedaan makna antara “-body” dan “-one“. Contoh:
·         If you have a problem, someone/somebody will help you.
·         Do you know anyone/anybody who can help?
Kata benda gabungan ini mengikuti aturan yang sama seperti some dan any, yaknisome digunakan pada kalimat afirmatif, dan any digunakan pada kalimat negatif dan pertanyaan. Contoh:
·         I need something from the supermarket.
·         I don’t need anything from the supermarket.
·         Do you need anything from the supermarket?
No
No bisa dikombinasikan dengan berbagai kata benda yang artinya ketiadaan sesuatu. Contoh:
·         “Did you find your wallet? No, there’s nothing here.”
·         “Did anything happen?” “No, nothing happened.”
·         This job is going nowhere. (maksud: Tidak menjadi lebih baik.)
·         Nowhere is as good as here. (maksud: Aku suka disini yang paling baik.)
·         Is anybody here? No, there’s nobody here.
·         I waited for an hour but nobody came.
Terkadang kata-kata dengan no- bisa memiliki lebih banyak penekanan dibanding kata-kata dengan any. Contoh:
·         I didn’t tell anyone what happened.
·         I told nobody what happened.
Every
Every bisa digunakan untuk menunjukkan sekelompok atau jumlah total sesuatu. Contoh:
·         Everything in this house is simple and useful.
·         Jane was sick last night, but everything is OK now.
·         Everyone was at Michael’s birthday party last night.
·         Baseball caps come from America, but people wear them everywhere.


Modal Verb – Must / Have to

 

1. Must dan Have to yang berarti keharusan
Must dan have to adalah modal verb yang sering digunakan untuk menyatakan keharusan.
·         I have to go home now.
·         I must arrive by 12.00.
Have to digunakan untuk keharusan yang sifatnya umum. Contoh:
·         have to finish this before 12.00. (Pembicara memiliki kewajiban umum untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut sampai jam 12.00)
Must digunakan untuk keharusan yang sifatnya mewakili pribadi.
·         must finish this before 12.00. (Pembicara memiliki rasa tanggung jawab pribadi yang kuat untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut).
Must tidak memiliki bentuk lampau, jadi kita gunakan have to untuk bentuk lampaunya.
·         I had to get up early this morning.
·         I must got up early this morning. Ini tidak benar.
Perhatikan bahwa have to kedengaran seperti kata kerja normal, bisa memiliki tenses-tenses berbeda dan menggunakan kata kerja bantu untuk pertanyaan dan kalimat negatif. Contoh:
·         Do we have to go out tonight?
·         You don’t have to come with us.
Must tidak menggunakan kata kerja bantu atau tenses-tenses berbeda.
·         Must we go out tonight? (Ini kedengaran lebih berbau Britis, I really don’t want to go out tonight.)
·         We mustn’t forget the tickets. (Tidak ada kata kerja bantu “to do”, cukup tambahkan not.)
Bentuk negatif
Don’t have to berarti bahwa sesuatu tidak perlu, tetapi mungkin.
·         You don’t have to come, but you can if you want to.
·         We don’t have to leave today.
Must not lebih kuat dan berarti bahwa sesuatu yang dimaksud dilarang.
·         You must not push the red button.
·         We mustn’t be late.
2. Must dan have to yang berarti kepastian
Must dan have to juga bisa menyatakan kepastian.
·         This must be the ight way.
·         This has to be the right way.

Modal verb – Should / Ought to


1. Should
Should adalah modal verb yang digunakan untuk memberikan nasihat dan anjuran. Contoh:
·         You should see a doctor.
·         You should keep your promises.
·         Should we buy her a present?
Should juga bisa digunakan untuk menunjukkan kewajiban. Contoh:
·         I should call my Mum tomorrow.
·         He should apologize to Mary.
Should juga digunakan untuk sesuatu yang diharapkan keberadaannya.
·         Tony should arrive here at 12.00.
·         It’s 12.30, and Tony should be here.
·         This book is wrong, that answer should be “A”.
Ought to
Ought to bisa digunakan selain should. Ought to kurang umum dibanding should dan kedengarannya lebih bernuansa Britis.
·         You ought to say thank you for the present. (You should say thankyou for the present)
Bentuk negatif dan bertanya kurang umum dan lebih bernuansa bahasa Inggris Britis.
·         We ought not to be late for the meeting.
Pertanyaan sering dibuat dengan “Do you think..”
·         Do you think I ought to get up earlier?
Pertanyaan yang hanya menggunakan ought to jarang dipakai.
- Ought I to get up earlier?


Modal verb – Would 1

 

Would merupakan modal verb yang menyatakan beberapa jenis situasi imajiner atau hipotetik. Would sering disingkat menjadi ‘d, misalnya:
·         I would love to learn Spanish.
·         I‘d love to learn Spanish.
Penawaran dan permintaan
Would digunakan untuk membuat penawaran dan menunjukkan kerelaan. Contoh:
·         Would you like a cookie with your coffee?
·         Would you like to go out this evening?
·         Would you like some help?
Would juga bisa digunakan untuk membuat permintaan.
·         Would you open the door for me?
Kalimat diatas sedikit bernada perintah, misalnya seperti guru yang berkata kepada muridnya. Penggunaan Could dalam hal ini kurang tegas.
·         Could you open the door please?
Situasi hipotetik
Would digunakan untuk menunjukkan situasi-situasi hipotetik. Contoh:
·         would love to go abroad. (Tetapi kenyataannya pembicara tidak sedang berada di luar negeri sekarang ini.)
·         You would be a great lawyer. (Tetapi kenyataannya You bukan seorang pengacara sekarang ini – menjadi seorang pengacara hanya dalam situasi khayal/imajiner).
Would sering digunakan dalam klausa utama kalimat pengandaian.
·         If I had time, I would visit my family.
·         I‘d go to the beach if it was sunny.
Untuk pembahasan lebih lengkap silakan lihat unit kalimat pengandaian.
Would sebagai bentuk lampau dari will
Would digunakan sebagai bentuk lampau dari will, yakni digunakan untuk prediksi masa akan datang yang dibuat di masa lampau. Contoh:
·         He‘ll call you tomorrow. (Prediksi akan datang dibuat sekarang.)
·         He said he’d call you tomorrow. (Prediksi dibuat di masa lampau)
·         They‘ll arrive at 7.00. (prediksi dibuat di masa sekarang)
·         They told me they would arrive at 7.00. (prediksi dibuat di masa lampau)
Kebiasaan masa lalu
Would bisa digunakan untuk kebiasaan masa lmpau, sebuah tindakan yang terjadi secara reguler di masa lampau. Contoh:
·         I would often play soccer when I was young.
·         My grandfather would always give us candy.
Perlu diperhatikan bahwa would tidak bisa digunakan untuk kondisi/keadaan di masa lampu, contoh:
·         “He would be handsome when he was younger.” Tidak benar.
·         “He was handsome when he was younger.” Ini benar
Would digunakan hanya untuk kebiasaan masa lampu – sesuatu yang terjadi banyak kali.
Untuk kondisi/keadaan di masa lampu kita bisa gunakan “used to”:
·         He used to be handsome when he was younger. (Dia dulunya tampan ketika masih muda).
Untuk informasi lebih lanjut silakan lihat unit tentang “Used to”.


Modal verb – Would 2

 

Pelajaran ini adalah lanjutan dari unit sebelumnya. Disini dibahas lebih lanjut tentang beberapa keguanaan lain dari modal verb would.
Wish … would
Wish … would digunakan apabila pembicara menginginkan situasi sekarang menjadi berbeda. Pembicara tidak puas dengan situasi yang ada dan pembicara menganggap bahwa hal yang diharapkan tidak akan mungkin terjadi. Contoh:
·         I wish Jane would call me.
·         I wish they would stop fighting.
·         I wish the dog would stop barking.
·         I wish the dog wouldn’t keep barking.
Karena wish…would sering digunakan untuk mengungkapkan keluhan, maka tidak lazim menggunakan struktur ini untuk membicarakan tentang diri anda. Contoh:
·         “I wish I’d study more.” Ini tidak lazim meskipun bukannya tidak benar.
Wish…would digunakan untuk tindakan, tetapi tidak lazim untuk kondisi/keadaan.
- I wish I had more time. Memiliki (“have”) sesuatu merupakan keadaan dan bukan tindakan, jadi kita gunakan past tense “had”.
- I wish I
 would have more time. Tidak benar
- I wish I knew the answer.
- I wish I
 would know the answer. Tidak benar
Would rather
Would rather + kata kerja (kata kerja dasar) digunakan untuk menyatakan kecondongan (preferensi). Ini sering menunjukkan bahwa kita tidak menyukai pilihan yang tersedia lainnya. Contoh:
·         “Let’s go shopping this evening”. “Oh, I‘d rather go tomorrow.” (And I don’t want to go this evening)
·         “Which book would you rather buy?” “I’d rather buy this one. That one isn’t so good.”
Would rather juga digunakan dengan past simple apabila dimaksudkan untuk permintaan yang kuat, biasanya disertai otoritas. Contoh:
·         Can I meet John after lunch, Mom?” “Yes, but I‘d rather you did your homework first”.
·         “I‘d rather you didn’t tell anyone about the party. It’s going to be a surprise.”
Semua struktur dengan would rather lebih sering ditemukan dalam bahasa Inggris Britis.
Would mind
Would mind digunakan untuk membuat permintaan yang sopan. Contoh:
·         Would you mind closing the window?”
·         Would you mind waiting a few minutes? I need to buy some stamps.”
·         Would you mind if we didn’t come tonight? We’re just really tired, that’s all.”


Preposisi dan Kata Penghubung Waktu – for / during / while / when

 

1. For
For menunjukkan berapa lama sesuatu terjadi. Ini digunakan untuk menunjuk pada sebuah periode waktu. Contoh:
·         We’re going to live in Malta for 6 months.
·         She’s in New York for a few days.
·         We went to Saudi Arabia for a week.
Lihat juga unit terkait tentang Present Perfect dan since.
2. While / During
During dan while menunjuk pada sebuah periode waktu dimana sesuatu terjadi. Contoh:
·         My phone rang while I was in a meeting.
·         My phone rang during the meeting.
During digunakan bersama kata benda atau frase kata benda. Contoh:
·         We were busy during the weekend.
·         During the night the cat woke me up.
·         The Athenians suffered heavy losses during the battle of Salamis.
While digunakan bersama subjek dan kata kerja. Contoh:
·         We went shopping while you were sleeping.
·         You shouldn’t eat while you are in the library.
·         While I was working I got an email from Tamara.
3. When / While
When dan while keduanya bisa digunakan apabila dua hal terjadi pada saat yang sama.
Apabila dua tindakan kontinyu terjadi pada saat yang sama, biasanya kita menggunakan while. Contoh:
·         While you were studying I went out shopping.” Studying dan shopping adalah tindakan.
Apabila dua peristiwa singkat terjadi pada saat yang sama, kita menggunakan when. Contoh:
·         When I saw you I didn’t recognize you.” I saw you dan I didn’t recognize youadalah peristiwa tersendiri.
·         I heard you when you opened the door.
Dalam situasi ini, penggunaan while tidak benar. Contoh
·         While I saw you I didn’t recognize you.”
Jika salah satu situasi dasar kontinyu terjadi dan satu kejadian singkat lainnya terjadi pada saat yang sama, maka when maupun while keduanya bisa digunakan. Contoh:
·         “When I was in Rome I met my wife.” – “While I was in Rome I met my wife.”
·         “I cut myself while I was cooking dinner.” – “I cut myself when I was cooking dinner.”
Posisi klausa while dan when dapat saling ditukar yang biasanya menghasilkan sedikit perbedaan makna.
·         Don’t forget to lock the door when you go out. – When you go out don’t forget to lock the door.
·         We’re still growing while other businesses are losing clients. – While other businesses are losing clients, we’re still growing.




Before
Before digunakan untuk sesuatu yang terjadi sebelum waktu tertentu. Contoh:
·         We should finish this exercise before 4.00.
·         I need to buy a present before James comes.
·         Before starting any business, it’s a good idea to write a business plan.
Perhatikan bahwa apabila sebuah preposisi diikuti oleh kata kerja, kata kerja tersebut harus berakhiran -ing. Contoh:
·         Where did you live before coming to America? Benar
·         Where did you live before to come to America? Tidak benar
After
After digunakan untuk sesuatu yang terjadi setelah waktu tertentu. Contoh:
·         I’ll see you after work.
·         Camilla won’t be home until after midnight.
·         David got promoted after just two years with the company.
As yang menunjukkan waktu
As digunakan apabila dua tindakan singkat terjadi bersamaan. Contoh:
·         I dropped my keys as I left my apartment.
As juga digunakan apabila dua tindakan lama terjadi bersamaan. Contoh:
·         His health improved as he exercised more.
·         As time went by his English got better.
As juga digunakan apabila sebuah tindakan terjadi selama berlangsungnya situasi utama. Contoh:
·         I woke up as the sun was rising.
·         She arrived as you were leaving.
As sebagai alasan
As sering digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang merupakan penyebab sesuatu lainnya, seperti kata “because” . Contoh:
·         I’m going to bed early as I have to get up early tomorrow.
·         As we’re not busy, let’s meet this afternoon for lunch.
As soon as
As soon as digunakan apabila sesuatu langsung terjadi/dilakukan setelah kejadian lainnya. Contoh:
·         I’ll give you a call as soon as I’m finished.
·         As soon as they go out let’s eat lunch.
·         We’ll send payment as soon as you fax the signed contract.

Preposisi dan Kata Penghubung Waktu – by / from / until

 

1. By
By menunjukkan sebuah batas waktu untuk terjadinya sesuatu – sebuah peristiwa harus terjadi sebelum waktu tertentu dicapai. Contoh:
·         You need to finish this report by Monday.
·         I’ll be back by six o’clock.
·         Our business will be making a profit by next March.
Ada tiga frase umum yang digunakan bersama dengan by:
By the time
·         I want to be a successful businessman by the time 1′m 30.
·         By the time we arrive at the station, the train will be gone.
By then
·         They have four months to prepare for the soccer game, so by then they should be a strong team.
·         The deadline for giving your essay is next Monday at 4.00. If I don’t receive your essay by then, it won’t be marked.
By that time
·         We finished work at 9.00, but by that time it was too late to go out.
·         I hope to go abroad next year, and by that time I’ll have enough money.
2. Untill
Until berarti sebuah tindakan atau situasi terus berlanjut sampai waktu tertentu. Contoh:
·         We were working last night until 2.30.
·         You can stay at home until you feel better.
·         Can you wait until I’m ready?
Coba bandingkan until dan by:
·         “I’ll work here until September.” Ini berarti pembicara akan bekerja disini sampai September, kemudian berhenti.
·         “I’ll work here by September.” Ini berarti bahwa pembicara tidak sedang bekerja disini sekarang, tetapi baru akan memulai bekerja pada waktu antara sekarang sampai September.
Till
Till merupakan bentuk lain dari until, maknanya secara umum sama walaupun untilbiasanya digunakan pada awal kalimat.
3. From…to/until
From…to/until digunakan untuk menandai permulaan dan akhir sebuah periode waktu. Contoh:
·         Western people often work from Monday to Friday, but Oriental people often work from Monday to Saturday.
·         I’m staying in Saudi Arabia from the beginning of March until the end of August.
From…to sedikit lebih informal dibanding from…until.


Adverbs of Degree (Kata keterangan tingkat) – enough/too/very

 

Kata keterangan tingkat menunjukkan seberapa banyak atau sejauh mana sesuatu terjadi. Contoh:
·         Mike is a very good student.
·         I’m quite excited about my interview tomorrow.
Ada banyak jenis kata keterangan tingkat. Beberapa yang paling umum diantaranya:
almost, completely, enough, extremely, hardly, just, nearly, pretty, quite, too, scarcely, so, such, very.
Kata keterangan tingkat (adverb of degree) biasanya ditempatkan sebelum kata sifat (adjective), kata keterangan (adverb), atau kata benda yang akan ditunjukkan tingkatnya. Contoh:
·         That test was extremely difficult.
·         You did pretty well in that test.
·         I almost got an ‘A’ in our test.
Enough
Enough berarti jumlah atau tingkat yang memuaskan. Contoh:
·         I’m so busy, I haven’t got enough time.
·         Do you have enough potatoes?
Enough ditempatkan setelah adjective dan adverb:
·         This jacket isn’t big enough for me.
·         She speaks English well enough to go to an American university.
Enough biasanya ditempatkan sebelum kata benda:
·         We have enough money to buy our own apartment.
Kita sering menggunakan enough…for, khususnya untuk orang dan hal. Contoh:
·         This job isn’t good enough for her.
·         We have enough time for a quick lunch.
Enough…to infinitif juga merupakan struktur yang umum. Contoh:
·         She’s old enough to drive a car.
·         We have enough time to eat some lunch.
Too
Too berarti lebih dari cukup, jumlah atau tingkat yang berlebihan. Contoh:
·         This room is too hot.
·         He eats too quickly.
Too juga digunakan bersama for: Contoh:
·         This book is too simple for me
·         Our apartment is too small for us.
Too…to infinitif juga merupakan struktur yang umum. Contoh:
·         This book is too easy to study.
·         Our apartment is too small to live in.
Too dan very
Very berarti sesuatu dilakukan sampai tingkat yang tinggi, biasanya faktual. Contoh:
·         He finishes his work very quickly.
Too berarti sesuatu dilakukan sampai tingkat yang berlebihan, sering dijadikan sebagai kritik.
·         He finishes his work too quickly.
Very merupakan sebuah kata yang umum, jadi jika anda ingin menggunakan kata-kata yang berbeda untuk meningkatkan kosa-kata anda kata-kata berikut dapat digunakan menggantikan very.
absolutely, acutely, amply, astonishingly, awfully, certainly, considerably, cruel, dearly, decidedly, deeply, eminently, emphatically, exaggeratedly, exceedingly, excessively, extensively, extraordinarily, extremely, greatly, highly, incredibly, indispensably, largely, notably, noticeably, particularly, positively, powerfully, pressingly, pretty, prodigiously, profoundly, really, remarkably, substantially, superlatively, surpassingly, surprisingly, terribly, truly, uncommonly, unusually, vastly, wonderfully.
(Quoted from Roget’s New Millennium¢รข Thesaurus, First Edition)

Present perfect 1 – Bentuk dan kegunaan

 

Present Perfect Tense digunakan untuk menghubungkan masa lampau dengan masa sekarang. Kegunaan utamanya adalah untuk menunjukkan relevansi tindakan atau situasi masa lampau dengan kondisi sekarang. Contoh:
·         John has gone home (telah pulang ke rumah)
John pulang ke rumah di masa lampau, tetapi yang diinginkan kalimat diatas sebenarnya adalah dimana dia berada sekarang. Kalimat ini memberikan informasi masa lampau untuk menginformasikan situasi sekarang.
Bentuk
Present Perfect dibuat dengan have/has (kata kerja bantu “to have”) dan past participle (kata kerja bentuk ke-3). Contoh:
·         I have worked in London.
·         She has worked in a bank.
Pasti participle (Verb 3) beraturan dibentuk dengan menambahkan -ed ke kata kerja, misalnya work – worked, play – played. Akan tetapi ada banyak Verb 3 tidak beraturan yang perlu anda ketahui.
Berikut adalah bentuk-bentuk Present Perfect dengan kata kerja to work.
Tunggal
Jamak
Afirmatif
I have worked
You have worked
He has worked
She has worked
It has worked
We have worked
You have worked
They have worked
Negatif
I haven’t worked (haven’t = have not)
You haven’t worked
He hasn’t worked
She hasn’t worked
It hasn’t worked
We haven’t worked
You haven’t worked
They haven’t worked
Interogatif
Have I worked?
Have you worked?
Has he worked?
Has she worked?
Has it worked?
Have I worked?
Have you worked?
Have they worked?
Kegunaan
Berikut beberapa kegunaan Present Perfect. Perlu selalu diingat bahwa untuk semua poin berikut tujuan utama yakni menghubungkan masa lampau dan masa sekarang adalah sama.
A. Masa lampau yang menginformasikan masa sekarang
1. Present Perfect Tense digunakan untuk memberikan informasi masa lampau yang relevan dengan keadaan sekarang. Contoh:
·         Have you been shopping? Yes, I went this morning.
Pertanyaan “Have you been shopping?” menanyakan tentang fakta masa lampau – apakah You pergi belanja atau tidak. Akan tetapi, pertanyaan ini ditanyakan karena kebutuhan masa sekarang – jika You sudah belanja, pembicara tidak perlu pergi sekarang – jika You belum belanja pembicara perlu pergi sekarang. Pertanyaan ini adalah pertanyaan tentang kebutuhan masa sekarang, bukan fakta masa lampau.
2. Present Perfect Tense digunakan untuk menghubungkan pengalaman masa lampau. Contoh:
·         Have you been to Italy?
·         No, I haven’t been there.
Lagi-lagi, pertanyaan “Have you been Italy?” menanyakan tentang fakta masa lampau, tetapi masa atau kondisi lampau tidak begitu penting. Justru penanya menginginkan informasi ini untuk kebutuhan sekarang – mungkin penanya sedang membicarakan tentang perjalanan keluar negeri, atau mungkin tertarik dengan Italia. Kita tidak bisa menjelaskan hanya dari satu kalimat, tetapi yang menjadi fokus disini adalah pada kebutuhan sekarang, bukan masa lampau.
3. Present Perfect Tense digunakan untuk pencapaian/prestasi. Contoh:
·         James has won first prize for math.
James memenangkan hadiah di masa lampau, tetapi yang menjadi fokus kalimat adalah prestrasinya sekarang ini.
B. Masa lampau sampai masa sekarang
1. Present Perfect digunakan untuk menunjukkan perubahan dari masa lampau sampai masa sekarang.
·         John’s English wasn’t very good, but he’s got much better.
Antara sebuah waktu di masa dan sekarang, Bahasa Inggris John telah mengalami peningkatan. Fokus tidak terlalu ditujukan pada seberapa buruk English John di masa lampau, tetapi justru seberapa baik English dia sekarang.
2. Present Perfect digunakan untuk sebuah situasi atau tindakan yang bermula di masa lampau dan masih terus berlanjut sampai sekarang. Kita umum menggunakanfor dan since pada situasi-situasi seperti ini. Contoh:
·         John has lived in Boston for 5 years.
John datang ke Boston 5 tahun yang lalu dan masih tinggal disana.
·         He has (He’s) been a lawyer for 12 years.
3. Present Perfect digunakan untuk tindakan yang berulang yang dimulai di masa lampau dan terus berlanjut sampai sekarang Contoh:
·         We’ve been to England 4 times.
Subjek (we) pada kalimat diatas pergi ke England beberapa kali di masa lampau, dan kemungkinan akan kesana lagi di masa yang akan datang.
4. Present Perfect digunakan untuk sebuah periode waktu yang dimulai di masa lampau tetapi masih terus berlanjut sampai sekarang.
·         I’ve studied at the library every day this week.
This week bermula di masa lampau, tetapi masih berlangsung, belum berakhir.
Waktu pasti dan tak pasti
Salah satu aturan mudah tentang Present Perfect adalah tenses ini tidak bisa digunakan bersama dengan waktu pasti (definite time). Contoh:
·         I’ve been on vacation. Benar
·         I went on vacation last month. Benar
·         I’ve been on vacation last month. Tidak benar
Kita tidak bisa menggunakan waktu pasti bersaa dengan Present Perfect. Present Perfect menggunakan informasi masa lampau untuk berfokus pada waktu sekarang, jadi menyebutkan waktu lampau juga tidak tepat.
Sebagai aturan umum: Jika waktu pasti di masa lampau penting, gunakan Present Simple – Jika waktu pasti di masa lampau tidak penting, gunakan Present Perfect. Contoh:
·         I went to Paris last year. – Yang menjadi fokus adala masa lampau
·         I’ve been to Paris. – Yang menjadi fokus adalah bagaimana pengalaman di Paris mempengaruhi masa sekarang.
Present Perfect bisa digunakan bersama dengan kata keterangan waktu. Contoh:
·         I haven’t had a vacation recently.
Perlu diperhatikan bahwa Present Perfect bisa digunakan dengan periode waktu yang belum selesai. Contoh:
·         I haven’t had a vacation this year. (Benar) – Tahun ini belum habis, jadi Present Perfect digunakan untuk waktu yang terus berlanjut dari masa lalu sampai sekarang.
·         I haven’t had a vacation last year. Tidak benar


Present perfect 2 – Have you ever…? / ever / never


Have you ever…? merupakan struktur umum yang digunakan untuk menanyakan tentang pengalaman masa lampau. Contoh:
·         Have you ever met a famous person?
Secara kasar kalimat diatas berarti: Apakah kamu memiliki pengalama masa lampau bertemua dengan orang terkenal / Apakah kamu bertemu dengan orang terkenal di waktu mana saja di masa lampau?
·         Have you ever flown in a plane?
·         Have you ever won a competition?
·         Haven’t you ever done this before?
Ever
Ever berarti “pada waktu kapan saja”, waktu spesifik tidak diketahui atau tidak penting.
Ever digunakan dalam pertanyaan, lihat “Have you ever…? diatas.
Ever juga digunakan bersama nothing, nobody dan sebagainya untuk hal-hal yang belum terjadi sebelumnya Contoh:
·         Nobody has ever travelled through time.
·         That window’s been broken for months, but nothing has ever been done about it.
Ever juga digunakan dengan “the first time” untuk pengalaman pertama. Contoh:
·         This is the first time I’ve been abroad.
·         Is this your first time on a plane?
·         This is the first time I’ve ever eaten dog soup.
Ever bisa digunakan dalam kalimat afirmatif meskipun lebih tidak lazim dan sering dianggap kuno. Untuk informasi lebih lanjut anda bisa cek disinihttp://dictionary.reference.com/search?q=ever
Never
Never pada dasarnya merupakan singkat dari “not ever”. Digunakan bersama Present Perfect tense, never berarti subjek belum mengalami pengalaman tertentu sebelumnya. Contoh:
·         Have you ever been abroad? No, I’ve never been abroad.
Saya belum pernah mengalami pengalaman itu sebelumnya.
·         Have you ever been on a plane before? No, I’ve never been on a plane.
Kalimat negatif dan bertanya juga mungkin. Contoh:
·         Have you never eaten this before?
Kalimat ini menunjukkan kejutan yang You belum pernah alami sebelumnya.
- Have you never played soccer?

Present perfect 3 – For/Since


Since dan for keduanya digunakan untuk situasi-situasi dan tindakan-tindakan yang dimulai di masa lampau dan terus berlanjut sampai sekarang. Contoh:
·         I’ve been at home for 4 hours.
·         I’ve been at home since 12.00.
Since
Since digunakan dengan sebuah titik waktu. Contoh:
·         I’ve lived here since March.
·         I’ve been here since 9.00 this morning.
Since hanya digunakan dengan bentuk Perfect seperti Present Perfect, Past Perfect dan seterusnya – since tidak bisa digunakan bersama dengan bentuk-bentuk lainnya.Contoh:
·         I’ve studied english since last year – Benar
·         I studied / I am studying / I will study English since last year – Tidak benar
Since juga digunakan bersama dengan klausa-klausa waktu. Contoh:
·         I’ve studied English since I was at university.
·         We haven’t seen my family since we got married.
Perhatikan bahwa klausa utama menggunakan Present Perfect, dan klausa lainnya menggunakan past simple.
For
For digunakan dengan sebuah periode waktu. Contoh:
·         I’ve lived here for 9 months.
·         She’s been here for 5 hours.
Berbeda dengan since, for bisa digunakan dengan tensis-tensis selain perfect tense. Contoh:
·         I lived here for 9 months - Periode waktu ini dimulai dan berakhir di masa lampau, sekarang telah selesai.
·         I will live here for a year – Periode waktu ini akan dimulai dan berakhir di masa mendatang, sekarang belum dilakukan.
·         I have lived here for a long tome - Periode waktu ini dimulai di masa lampau dan masih terus berlanjut sampai sekarang. Belum berakhir.

Present perfect 4 – Past simple atau Present perfect?


Memilih apakah harus menggunakan Present Perfect atau Pasti Simple biasanya tergantung pada apakah digunakan waktu pasti (definite) atau waktu tidak pasti (indefinite). Jika waktu pasti lampau digunakan, kita memakai Past Simple, dan jika tidak ada waktu pasti yang diberikan kita gunakan Present Perfect.
Peristiwa tunggal
·         I went to America in March. – Kalimat ini memiliki waktu lampau yang pasti, jadi kita gunakan Past Simple.
·         I’ve been to America. – Disini waktu tidak penting, yang penting adalah fakta bahwa subjek pergi ke Amerika di waktu lampau.
·         I read this book last week. – Pekan lalu (Last week) subjek mulai dan menyelesaikan membaca buku ini.
·         I’ve read this book. – Disini waktu juga tidak penting, yang penting adalah fakta bahwa subjek sebelumnya telah membaca buku tersebut.
Akan tetapi, Present Perfect bisa digunakan dengan periode waktu yang belum berakhir. Contoh:
·         I’ve been to the doctor today. – Today (hari ini) belum berakhir, jadi kalimat ini benar.
·         I went to the doctor today. – Ini juga benar, sebuah pernyataan tentang tindakan di masa lampau.
·         I’ve been to the doctor yesterday. – Ini tidak benar, yesterday (kemarin) merupakan periode yang telah berakhir yang tidak berlanjut sampai sekarang jadi kita tidak menggunakan Present Perfect pada kalimat ini.
Banyak peristiwa
Past Simple dan Present Perfect bisa sama-sama digunakan untuk peristiwa yang banyak. Contoh:
·         I went to America three times last year. – Dalam kalimat ini waktu dianggap penting.
·         I’ve been to America three times. – Disini waktu tidak penting, yang ditekankan adalah fakta bahwa subjek sudah pernah ke Amerika.
Seperti diatas kita juga bisa menggunakan present perfect untuk banyak peristiwa apabila waktunya belum berakhir. Contoh:
·         I’ve been to America three times this year. – This year (tahun ini) belum berakhir, jadi kalimat ini benar.
·         I’ve been to America three times last year. – Tidak benar, last year (tahun lalu) merupakan periode yang telah berakhir, jadi kita tidak bisa menggunakan Present Perfect.

Adverb of time (Kata keterangan waktu) – ago/already/anymore/just/yet/still

 

Kata keterangan waktu ini (ago/already/anymore/just/yet/still) memberikan informasi tambahan tentang kapan sesuatu terjadi.
Ago
Ago berarti di masa lampau saja. Contoh:
·         I graduated university 3 years ago.
·         We moved to Canada just 2 months ago.
Already
Already digunakan apabila sesuatu terjadi yang dianggap belum pada waktunya. Contoh:
·         He’s only 13, but he already speaks three languages.
·         Can you finish this by tomorrow? Sure, it’s already finished.
·         You don’t need to feed the dog, I’ve already done it.
Anymore
Anymore digunakan apabila sesuatu telah berubah dari apa yang diharapkan. Contoh:
·         I want to email her, but her address isn’t working anymore. (Sebelumnya email aktif, tetapi sekarang tidak)
·         My friend used to live here, but she doesn’t live here anymore.
·         I don’t want to work here anymore. (Dulunya subjek mau bekerja disini, tetapi sekarang subjek tidak suka lagi bekerja disini)
Just
Just digunakan untuk sesuatu yang baru saja terjadi. Contoh:
·         I just found out my test score, I got an A!
·         What was that noise? – Sorry, I just broke a glass.
Anda juga bisa menggunakan just about untuk sesuatu yang akan segera terjadi.
·         Are you finished? – Yes, I’m just about to go home.
·         I’m hungry. – If you wait 5 minutes, I’m just about to make some lunch.
Still
Still digunakan apabila sesuatu terjadi lebih lama dari yang diharapkan. Contoh:
·         Did you get a new job? No, I’m still working at my old one.
·         She’s 65 years old, but she still exercises 3 times a week.
Still juga digunakan untuk menguatkan bahwa sebuah aktivitas atau situasi sedang berlanjut dan tidak ada yang berubah. Contoh:
·         Are you still studying English? Yep, I still study a little every day.
·         Do you still want to go abroad? Of course, I’d love to!
Yet
Yet digunakan apabila sesuatu yang diharapkan belum terjadi/selesai. Ini digunakan dalam kalimat negatif dan bertanya. Contoh:
·         Are you finished? No, I’m not finished yet.
·         Has the mail come yet? No, it’s not here yet.
Still bisa digunakan dengan makna yang serupa dengan yet. Contoh:
·         My parents haven’t arrived yet.
·         My parents still haven’t arrived.
Still dalam kalimat negatif dan pertanyaan sering menunjukkan ketidaksabaran atau sesuatu yang tidak diharapkan.
Perlu diperhatikan bahwa yet biasanya ditempatkan di akhir kalimat, sedangkan stillsebelum bentuk negatif.






Determiner – each / every


Each dan every digunakan untuk menunjukkan sesuatu secara tersendiri dan dalam kelompok.
Each
Each digunakan untuk menunjuk pada item-item tersendiri dalam sebuah kelompok. Penekanan diberikan pada aspek tersendiri (individual) dari masing-masing item. Contoh:
·         Give each student some candy. (Berikan ke masing-masing orang)
·         Make each day better than its yesterday, and each tomorrow better than today.
Each sering digunakan untuk anggota-anggota kelompok yang lebih kecil. Contoh:
·         Our team won and we each got a prize.
Penempatan each dalam kalimat bisa di depan, di ditengah, atau di akhir kalimat. Contoh:
·         Each of these shirts are only $20.
·         These shirts are only $20 each.
·         These shirts each cost $20. (Struktur ini sedikit lebih tidak lazim.)
Each one
Each bisa digunakan bersama dengan pronoun indefinit one. Contoh:
·         Twins can look the same, but each one has their own personality.
Akan tetapi penggunaan one sering tidak perlu:
·         Twins can look the same, but each has their own personality.
Each of…
Each of… digunakan untuk pemilihan item-item individual. Contoh:
·         Each of these books is interesting.
·         Each of the top five employees will receive a bonus.
·         We’ve won each of our last four games.
Every
Every digunakan untuk menunjuk pada sekelompok item individual. Penekanan diberikan pada kelompok. Contoh:
·         Learn something new every day.
·         Every student got a candy. (Setiap orang dalam kelompok mendapatkan permen.)
Every digunakan untuk seberapa sering sesuatu terjadi. Contoh:
·         He plays soccer every saturday.
·         They go abroad every year.
Every one / Every one of
Every bisa digunakan bersama dengan pronoun indefinit one. Contoh:
·         Did you eat the strawberries? Yes, I ate every one.
·         Did you finish these questions? Yes, I got every one right.
Perlu diperhatikan bahwa every one (pakai spasi) menunjuk kepada benda/sesuatu, tetapi everyone (tidak pakai spasi) merupakan kata yang sangat berbeda, yang digunakan untuk menunjukkan orang.
Every tidak bisa digunakan sendirian. Contoh:
·         Did you finish these questions? Yes, I got every right. – Ini tidak benar.
·         Did you finish these questions? Yes, I got every one right. – Benar.
Every one of bisa digunakan apabila kita ingin menentukan kelompok apa yang sedang kita bicarakan. Contoh:
·         You must read every one of these books by next week.
·         Did you finish these questions? Yes, I got every one of them right.

Question Tags (Pertanyaan singkat)

 

Question tags adalah pertanyaan singkat yang diikutkan pada akhir sebuah kalimat untuk membuat pertanyaan. Contoh:
Kalimat:- She speaks English.
Pertanyaan:- Does she speak English?
Question Tag:- She speaks English,
 doesn’t she?
Bentuk
Question tag dibentuk dari sebuah kata kerja bantu dan subjek. Jika kalimat positif, kita biasanya menggunakan tag negatif, contoh:
·         That‘s a great song, isn’t it?
·         She‘s a lawyer, isn’t she?
Jika kalimat negatif, kita gunakan tag positif. Contoh:
·         You‘re not busy, are you?
·         This way isn’t right, is it?
Kata kerja bantu dan subjek dalam question tag sesuai dengan yang terdapat pada kalimat utama. Hanya bentuk positif dan negatifnya yang berubah. Contoh:
·         He can play the trumpet, can’t he?
·         You haven’t finished yet, have you?
Pada kalimat diatas subjek diberi warna biru, dan kata kerja bantu warna hijau. Yang mengalami perubahan hanya bagian dari pertanyaan yang positif atau negatif.
Fungsi
Question tag memiliki dua tujuan utama: untuk menguatkan informasi yang diharapkan dan untuk menanyakan informasi yang tidak diharapkan. Kedua tujuan ini bisa dibedakan berdasarkan intonasi pengucapan yang kita gunakan – jika suara merendah berarti pertanyaan tersebut menanyakan informasi yang diharapkan – jika suara meninggi berarti benar-benar menyanakan sebuah pertanyaan. Contoh:
·         Intonasi menurun – You haven’t finished yet, have you?
Penanya mengharapkan orang yang ditanya telah selesai, penanya hanya memeriksa saja untuk memastikan.
·         Intonasi meningkat – You haven’t finished yet, have you?
Pembicara benar-benar menanyakan apakah yang ditanya sudah selesai atau tidak. Jika yagn ditanya selesai lebih cepat dari yang diharapkan si penanya, maka pembicara akan terkejut.
·         You’re really busy now, aren’t you? – Yes, I’ve got to finish this by Monday.
Orang yang ditanya pada kalimat diatas menguatkan bahwa dia sedang sibuk, kemungkinan dengan menunjukkan simpati juga.
·         Why are you watching TV? You’re really busy now, aren’t you? – Not really, I did most of it last night.
Pada kalimat ini orang yang bertanya menganggap orang yang ditanya sibuk tetapi penanya terkejut sebab orang yang ditanya seharusnya sedang bekerja bukan nonton TV, jadi penanya menanyakan tentang situasi yang tidak diharapkan.
Kalimat negatif dengan tag positif sering digunakan untuk menyatakan permintaan, contoh:
·         You don’t have a pencil, do you?
·         You couldn’t change a $5 bill, could you?
Question tag yang memerintah biasanya menggunakan will, contoh:
·         Open the door for me, will you?
·         Hang on a minute, will you?
Selama tidak digunakan dengan bahasa informal, question tag dengan maksud memerintah sering terdengar tidak bersabar.



Passive Voice


Ada dua bentuk “voice” dalam bahasa Inggris, active voice dan passive voice. Active voice menunjukkan apa yang dilakukan oleh subjek, contoh:
·         The secretary wrote a letter (Sekretaris menulis sebuah surat)
Passive voice menunjukkan apa yang dilakukan terhadap subjek. Contoh:
·         The letter was written by the secretary (Surat ditulis oleh sekreatir)
Bentuk
Kalimat pasif dibuat dengan kata kerja “to be” dan kata kerja bentuk ke-3. Berikut beberapa tenses bahasa Inggris utama yang digunakan dalam passive voice.
Tenses
Simple present:
Present continuous:
Simple past:
Past continuous:
Present perfect:
Past perfect:
Future:
Future continuous:
Present conditional:
Past conditional:
Subject
Flowers
Flowers
Flowers
Flowers
Flowers
Flowers
Flowers
Flowers
Flowers
Flowers
Verb “to be”
are
are being
were
were being
have been
had been
will be
will be being
would be
would have been
Verb III
planted every year
planted now.
planted last year
planted last summer.
planted here for 10 years.
planted until last year.
planted next year.
planted during the summer.
planted if we had seeds.
planted if we had had seeds.
By
Untuk menyatakan apa penyebab sebuah tindakan pasif, kita bisa menggunakan by. Contoh:
·         This photo was taken by my friend.
·         I was given this by my brother.
Seringkali tidak diperlukan untuk menyatakan penyebab tindakan pasif, khususnya jika dipahami dengan jelas atau tidak relevan. Sebagai contoh:
·         The meeting was cancelled (pertemuan itu dibatalkan). (Informasi penting yang ingin disampaikan adalah pembatalan pertemuan, bukan siapa yang membatalkannya.)
·         These boots were made in Italy (sepatu-sepatu boot ini dibuat di Italia). (Informasi yang penting dalam kalimat ini adalah bahwa sepatu-sepatu tersebut dibuat di Italia, bukan siapa yang membuatnya).
Born
Ketika berbicara tentang kelahiran orang tertentu atau suatu peristiwa, kita menggunakan bentuk pasif “to be born”. Contoh:
·         I was born in Iran.
·         The twins were born just last year.
Get
Get bisa digunakan menggantikan to be pada situasi dimana sesuatu terjadi. Contoh:
- Our flight got cancelled = Our flight was cancelled.
- I
 got paid today = I was paid today.
Get tidak bisa digunakan pada situasi-situasi umum dan apabila bersama dengan kata kerja yang menyatakan keadaan (bukan tindakan). Contoh:
- He is liked by a lot of people. – Benar
- He
 gets liked by a lot of people. – Tidak benar
- She
 is known to be a hard-working employee. – Benar
- She
 gets known to be a hard-working employee.- Tidak benar
Get digunakan lebih sering dalam bahasa Inggris informal.


Reported Speech 1


Terkadang kita perlu mengatakan apa yang telah dikatakan oleh orang lain. Ada dua cara untuk melakukan ini dalam bahasa Inggris, yakni direct speech dan reported speech.
Direct speech
Direct speech menyatakan ulang secara persis apa yang telah dikatakan oleh orang lain. Contoh:
·         Jane said, “I’m so happy today”.
·         The president said, “I need a vacation”.
Reported speech
Reported speech secara tidak langsung melaporkan apa yang dikatakan orang lain. Contoh:
·         Jane said she was so happy today.
·         The president said he needed a vacation.
Reported speech menggunakan bentuk lampau dari direct speech. Jadi jika direct speech dalam bentuk present tense, maka reported speech dalam bentuk past tense. Contoh:
Direct Speech – I said, “She is in her office.”
Reported Speech – I said she was in her office.
Apabila direct speech dalam bentuk past tense, maka reported speech menggunakan bentuk past perfect.
Direct Speech – I said, “She was in her office at lunchtime.”
Reported Speech – I said she had been in her office at lunchtime. atau – I said she was in her office at lunchtime.
Dalam bahasa Inggris moderen, bentuk past perfect sering tidak diperlukan untuk reported speech bentuk lampau, kita cukup menggunakan past simple tense.
Berikut beberapa bentuk kata kerja umum dalam direct dan reported speech
Tenses
Direct / Reported Speech
Simple present:
I said, “She is busy”. – I said she was busy.
Present continuous:
I said, “I am working now”. – I said I was working now
Simple past:
I said, “She was here this morning”. – I said she was here this morning. ATAU
I said she had been here this morning.
Past continuous:
I said “She was studying all yesterday” – I said she was studying all yesterday. ATAU
I said she had been studying all yesterday
Present perfect:
I said, “She has worked here for 5 years.” – I said she had worked here for 5 years.
Past perfect:
I said, “She had worked here for 5 years.” – I said she had worked here for 5 years.
Future:
I said, “She will work here from July.” – I said she would work here from July.
Future continuous:
I said, “We’ll be living here for 6 months.” – I said we would be living here for 6 months.
Can:
I said, “She can play the piano well.” – I said she could play the piano well.
That
Reported speech sering diberikan sebagai bagian dari klausa-that, khususnya dalam bahasa tertulis dan bahasa yang lebih formal. Contoh:
·         He said that he would arrive at 10.00.
·         He said he would arrive at 10.00.
Kedua kalimat ini bermakna sama, dan that bisa dihilangkan tanpa ada perubahan makna.

Used to

 

Used to digunakan untuk kebiasaan di masa lampau yang tidak terjadi lagi. Sebagai contoh:
·         I used to play soccer at weekends. (Saya dulunya selalu main bola di akhir pekan) (Tetapi sekarang tidak lagi)
·         He used to get up at 5.30, but now he gets up at 8.00.
Used to juga digunakan untuk situasi dan fakta di masa lampau. Contoh:
·         People used to think the world was square.
·         He used to be a film director.
Used to digunakan hanya dalam past simple tense. Contoh:
·         We used to work together. (Kami dulunya bekerja bersama). Benar
·         We use to work together. Tidak benar
Used to bisa digunakan dalam pertanyaan dan kalimat negatif seperti kata kerja lainnya. Contoh:
·         I didn’t use to exercise regularly.
·         Did you use to work here?
Perhatikan bahwa penggunaan did dan kata kerja dasar use (tanpa “d“) sama seperti pertanyaan dan bentuk kalimat negatif normal.
Used to / be used to
Used to memiliki struktur yang sangat berbeda dengan be used to. Used to digunakan untuk kebiasaan, dan be used to berarti menjadi terbiasa terhadap sesuatu.

Get / Be used to


Be used to
Be used to digunakan untuk menunjukkan pengalaman sebelumnya dan keterbiasaan dengan situasi tertentu. Sebagai contoh:
·         I am used to living abroad (Saya sudah terbiasa tinggal di luar negeri) – Saya sebelumnya memiliki pengalaman tinggal di luar negeri, jadi tidak sulit lagi bagi saya.
·         Jane isn’t used to living abroad (Jane tidak terbiasa tinggal di luar negeri) – Dia tidak memiliki banyak pengalaman tinggal di luar negeri, atau jika sudah punya banyak pengalaman masih terasa sulit baginya.
·         Paul is used to learning languages (Paul terbiasa belajar bahasa) – Paul telah belajar bahasa sebelumnya, jadi dia sudah baik dalam menggunakan bahasa.
·         Carol has never studied a foreign language, so she‘s not used to it. (Carol belum pernah belajar bahasa asing, jadi dia tidak terbiasa dengannya). – Carol doesn’t have previous experience learning a foreign language.
Get used to
Get used to digunakan untuk proses mendapatkan pengalaman dan kemampuan. Pada awalnya kita kurang berpengalaman, kemudian kita mahir/terbiasa (get used to) terhadap sesuatu – kita mendapatkan keterampilan melalui pengalaman. Contoh:
·         I wasn’t used to living abroad, but I got used to it. – Saya tidak punya pengalaman tinggal di luar negeri, tetapi berkat pengalaman saya akhirnya senang tinggal di luar negeri.
·         I didn’t like banans, but I got used to them. – Pada awalnya saya tidak suka pisang, tetapi setelah beberapa saat saya beajar untuk menyukainya.
To
Dalam struktur be / get used to, to merupakan sebuah preposisi, bukan bagian dari to-infinitif. Contoh:
·         I’m used to cooking for myself. Benar
·         I’m used to cook for myself. Tidak benar – “to cook” merupakan bentuk to-infinitive dan tidak bisa digunakan disini.

Wish

 

Walaupun wish umumnya terkait dengan harapan, namun wish sebenarnya lebih banyak digunakan untuk menunjukkan penyesalan. Contoh:
·         I wish I had a better job. (Pada kalimat ini pembicara tidak memiliki pekerjaan yang dia inginkan sekarang)
·         I wish my kids could have a better education.
Wish digunakan dengan situasi yang tidak ril, jadi seperti semua situasi yang tidak ril dalam bahasa Inggris kalimat menggunakan bentuk waktu yang mundur satu tensis ke masa lampau. Jika kalimat menggunakan present tense, maka kita menggunakanwish dengan Past tense. Contoh:
·         I want more time now => I wish I had more time.
·         It’s too hot now => I wish it wasn’t so hot.
Dan jika kalimat menggunakan past tense, kita memakai wish dengan past perfecttense. Contoh:
·         I wanted more time => I wish I had had more time.
·         It’s too hot now => I wish it hadn’t been so hot.
Wish…would
Wish…would digunakan untuk mengungkapkan keluhan tentang situasi sekarang. Contoh:
·         I wish he would speak louder.
·         Don’t you wish countries could stop fighting?
·         I wish it would stop raining.
Wish…would hanya digunakan untuk tindakan-tindakan, tidak untuk keadaan atau situasi. Contoh:
·         I wish I would be at home. – Tidak benar.
·         I wish I was at home / I wish I were at home. Benar
Subjunctive (bentuk pengandaian)
Subjunctive sekarang ini tidak lagi banyak digunakan dalam frase bahasa Inggris. Dalam subjunctive, dengan if dan wish, kita bisa menggunakan were bersama dengan I/he/she/it. Bentuk ini khususnya umum dengan pronoun “I”. Contoh:
- I wish I was a rich man. OK
- I wish I
 were a rich man. OK
- If I
 was a rich man… OK
- If I
 were a rich man… OK
Seperti dengan kebanyakan bahasa Inggris klasik, bentuk ini sebagian besar ditemukan dalam bahasa Inggris British.


Like
Like bisa digunakan sebagai sebuah kata depan (preposisi), yang berarti sesuatu mirip dengan atau menyerupai sesuatu lainnya. Contoh:
·         She looks like my friend Mona. (Dia terlihat mirip dengan Mona)
·         She sings like a bird. (Suaranya mengingatkanku tentang kicauan seekor burung)
As
As bisa digunakan sebagai kata penghubung (conjunction) untuk menunjukkan kemiripan, yang berarti melakukan sesuatu dengan cara yang sama seperti sesuatu yang lainnya. Contoh:
·         Do as your teacher says. (Lakukan sama seperti apa yang dikatakan oleh gurumu.)
·         I called John as you asked. (Saya memanggail john, sebagaimana yang telah engkau perintahkan kepadaku.)
As juga bisa digunakan sebagai sebuah preposisi, yakni digunakan untuk menunjuk peristiwa atau situasi tertentu. Contoh:
·         I used to work as a teacher.
·         He’s younger than his friends, but they treat him as an equal.
·         He started as a one-man business, but now he employs over 200 people.
Like atau As?
Like dan as (kata penghubung) bisa memiliki makna yang mirip. Berikut aturan penggunaannya:
Like digunakan bersama dengan jenis kata benda, contoh:
·         She’s like an angel.
·         My brother is like me.
·         Reading a book is like having a conversation with the world’s greatest thinkers.
As (kata penghubung) ditempatkan sebelum subjek + kata-kerja, contoh:
·         Don’t change anything, I like it as it is.
·         Do as you like.
·         We left early as you suggested.

Adverb (kata keterangan) memiliki bentuk-bentuk komparatif (perbandngan) yang mirip dengan adjective (kata sifat). Contoh:
·         She runs more quickly than me.
Untuk kata-keterangan yang berakhiran dengan -ly, ditambahkan more di depan adverb. Contoh:
·         Jake works slowly >> Jake works more slowly than Mark, but he doesn’t make many mistakes.
·         He understands easily. >> He understands more easily than before.
Adverb tidak beraturan
Kata-keterangan dan kata-sifat tidak beraturan biasanya memiliki bentuk komparatif yang sama. Berikut beberapa kata-sifat dan kata-keterangan yang umum dengan bentuk bentuk komparatif yang sama.
Adjective
good
fast
bad
far
hard
Adverb
well
fast
badly
far
hard
Comparative Adverb/Adjective
better
faster
worse
farther or further
harder


Klausa Relatif

 

Klausa relatif memberikan informasi untuk membantu mendefinisikan sesuatu. Contoh:
·         I work for a company. >> I work for a company that sells computer software.
Klausa “that sells computer software” memberikan informasi tambahan tentang perusahaan (company) yang dimaksud.
·         She likes people. >> She likes people who are kind and generous.
Kalimat pertama (She likes people) terlalu umum, sedangkan kalimat kedua memberikan informasi tambahan tentang siapa yang dia sukai.
Who
Klausa Who memberikan informasi tentang orang. Contoh:
·         There are many people who want to learn English.
·         A doctor is a person who helps sick people.
Terkadang kita bisa menggunakan that yang sama fungsinya seperti who. Contoh:
·         I like the man that lives next to us.
·         I like the man who lives next to us.
Penggunaan that sama dengan who hanya mungkin pada Klausa Relatif Esensial, tetapi tidak pada Kalusa Relatif Non-esensial.
Which
Klausa which memberikan informasi tentang hal/benda. Contoh:
·         Where’s the pencil which was on my desk?
·         He’s moved to an apartment which has a nice view.
That bisa digunakan menggantikan which khususnya dalam bahasa informal. Contoh:
·         I’d like a job that has a higher salary. – OK
·         I’d like a job which has a higher salary. – OK
·         This is the book that I borrowed from Lisa. – OK
·         This is the book which I borrowed from Lisa. – OK
Seperti disebutkan diatas, which dan that keduanya bisa digunakan dalam Klausa Relatif Esensial, tetapi hanya which yang bisa digunakan dalam Klausa Relatif Non-Esensial.

Indirect questions (pertanyaan tidak langsung)

 

Pertanyaan tidak langsung merupakan pertanyaan normal dengan bentuk sopan dan lebih panjang. Contoh:
·         Where’s the department store? – Pertanyaan langsung
·         Could you tell me where the department store is, please? – Pertanyaan tidak langsung
·         What’s his name? – Pertanyaan langsung
·         Do you know what his name is? – Pertanyaan tidak langsung
Bentuk
Pertanyaan tidak langsung terbentuk dari dua bagian: pertanyaan sopan, dan pertanyaan yang tidak memiliki inversi subjek/verb seperti pertanyaan normal. Contoh:
·         What’s his name? >>
·         Do you know what his name is? – Pertanyaan tidak langsung
Disini ungkapan sopan adalah “Do you know…”, dan bagian pertanyaan adalah “…what his name is?”. Perhatikan bahwa subjek dan kata-kerja tidak berubah tempatnya dalam bagian pertanyaan. Sehingga jika kita mengatakan “Do you know what is his name?“, ini tidak benar.
Contoh-contoh lain:
·         What’s the time? >>
·         Do you have any idea what the time is? – Pertanyaan tidak langsung
Ungkapan sopan adalah “Do you have any idea…?”. dan pertanyaan adalah “…what the time is?”. Yang menjadi pertanyaan bukan “…what is the time?” – kita tidak membalik posisi subjek dan kata-kerja seperti dalam pertanyaan normal.
Kata-kerja bantu “To do”
Kata kerja bantu “to do” digunakan dalam pertanyaan apabila tidak ada kata-kerja bantu lainnya. Contoh:
·         You like Chinese food. >>
·         Do you like Chinese food?
Pertanyaan tidak langsung tidak menggunakan kata-kerja bantu “to do” dalam pertanyaan utama. Contoh:
·         When does the next train arrive? – Pertanyaan langsung
·         Do you know when the next train arrives? – Pertanyaan tidak langsung
·         Do you know when does the next train arrive? – Tidak benar
Contoh-contoh lain:
·         When does the restaurant close? – Pertanyaan langsung
·         Could you tell me when the restaurant closes? – Pertanyaan tidak langsung
·         Could you tell me when does the restaurant close? – Tidak benar
Ada batasan cara dalam membuat pertanyaan tidak langsung. Tidak semua kalimat tidak langsung merupakan pertanyaan sebenarnya, justru merupakan pernyataan-pernyataan sopan yang mendorong timbulnya respons. beberapa ungkapan sopan yang uum mencakup:
·         I wonder if/whether…?
·         I can’t remember if/whether…?
·         Could you tell me if/whether…?
·         Would you mind telling me if/whether…?
·         Would it be possible for you to…?
·         Is there any chance you could…?
·         I don’t suppose you could…
·         I’d like to know if/whether…
·         I can’t remember…



Past Perfect Tense

 

Past Perfect digunakan untuk menghubungkan dua waktu lampau: sebuah waktu lampau sebelumnya dengan waktu lampau setelahnya. Dalam praktiknya present perfect digunakan untuk menyatakan peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum waktu lampau tertentu. Contoh:
- When I arrived, the plane had left. – I arrived (waktu lampau), the plane left (waktu lampau sebelumnya)
- Before I went to Canada, I hadn’t been abroad. – I went to Canada (waktu lampau), and before that time I never went abroad (waktu lampau sebelumnya).
Bentuk
Past perfect dibentuk dengan had dan past participle (verb 3). Contoh:
·         had eaten
·         She had played
·         They had flown
dan seterusnya.
Kegunaan
Seperti disebutkan Past Perfect menghubungkan dua waktu lampau: sebuah situasi lampau dan situasi lampau lain sebelumnya. Ada beberapa kaidah yang perlu diperhatikan dan berikut beberapa contoh untuk membantu anda melihat bagaimana penggunaannya.
·         I wasn’t busy yesterday. I had already finished my work. I wasn’t busy pada satu waktu di masa lampau, karena sebelumnya I had finished my work.
·         I ate a small lunch, because I’d already eaten a big breakfast. I ate lunch pada satu waktu di masa lampau, dan I ate breakfast pada waktu lampau sebelumnya.
·         When I arrived, the concert had just started. I arrived di masa lampau, dan the concert started beberapa waktu sebelumnya.
Past Perfect – Present Perfect
Present Perfect menghubungkan waktu lampau dan waktu sekarang, contoh:
·         I haven’t eaten today, so I want some food.
Past Perfect menghubungkan dua waktu lampau, Contoh:
·         I hadn’t eaten yesterday, so I wanted some food.
Begitu juga:
·         We don’t need an umbrella because the rain has stopped. (Present Perfect)
·         We didn’t need an umbrella, because the rain had stopped. (Past Perfect)

Future Continous Tense

 

Future Continuous digunakan untuk aktivitas yang terjadi dalam periode waktu mendatang. Contoh:
- This week I’m working in Boston, but next week I’ll be working in Los Angeles.
- Where will you be staying? I’ll be staying at the Warwick Hotel.
Bentuk
Future Continuous dibentuk dengan will + kata kerja “to be” + bentuk -ing. Contoh:
·         I will be arriving at 4.00.
·         They will be staying for a few days.
·         She will be going to America.
Untuk bentuk negatif ditambahkan not, contoh:
·         I won’t be arriving at 4.00.
·         We won’t be staying for a few days.
·         She won’t be going to America.
Untuk bentuk pertanyaan posisi will ditukar dengan posisi subjek, contoh:
·         Will you be arriving at 4.00?
·         Will they be staying for a few days?
·         Will she be going to America?
Kegunaan
Future Continuous juga digunakan untuk sebuah aktivitas yang terjadi sekitar waktu tertentu. Contoh:
·         I’ll be arriving at 7.00. (Saya akan tiba sekitar pukul 7.00)
·         I’ll be seeing you at Mike’s birthday party.
·         What time will you be leaving? I’ll be leaving at 10.00. (Saya tidak mungkin berangkat tepat jam 10 tetapi proses saya berangkat terjadi sekitar pukul 10.00).
Future Continuous Tense terkadang digunakan untuk penawaran formal, contoh:
·         “Will you be needing a cab home, sir?”
Future Continuous juga digunakan untuk mengecek informasi, contoh:
·         Will you be having lunch with us?
Bandingkan dengan bentuk Future Simple, yang kedengaran lebih seperti sebuah penawaran, contoh:
·         Will you have lunch with us?
Future Continuous juga digunakan untuk membuat prediksi-prediksi tentang perasaan orang, contoh:
·         You’ll be feeling hungry after a hard day’s work.
·         You’ll be needing some rest before you go.

Future Perfect Tense

 

Future Perfect digunakan untuk menunjukkan waktu selesainya sesuatu. Contoh:
- I will have finished by 4.00. – Sampai jam 4.00 saya akan menyelesaikan sebuah aktivitas tertentu.
Bentuk
Future Continuous dibentuk dengan will + have + past participle (verb 3). Contoh:
·         I will have arrived by 4.00.
·         They will have left by next week.
·         He will have gone to America by the end of the month.
Untuk bentuk negatif tambahkan not, contoh:
·         I won’t have arrived by 4.00.
·         They won’t have left by next week.
·         He won’t have gone to America until next month.
Untuk pertanyaan tukar posisi will dengan subjek, contoh:
·         Will you have arrived by 4.00?
·         Will they have left by next week?
·         Will he have gone to America by next month?
Kegunaan
Future Perfect menunjukkan waktu dimana sesuatu selesai dilakukan/terjadi. Contoh:
·         Next Friday, I‘ll have worked here for 5 years.
Ketika Jumat depan tiba, maka sudah 5 tahun saya bekerja disini.
Kita sering menggunakan by untuk menunjukkan waktu sebelum sesuatu diselesaikan, contoh:
·         Can I borrow you book? – You can have it tomorrow, I‘ll have read it by then.
·         I‘ll have left by the time you arrive.

Causative Verb – get / have / let / make

 

Causative verb menunjukkan bahwa seseorang/sesuatu secara tidak langsung bertanggung jawab terhadap sebuah tindakan. Subjek tidak melakukan tindakan itu sendiri, tetapi justru menyebabkan seseorang/sesuatu yang lain melakukannya. Contoh:
- Yesterday I had my hair cut.
Pembicara pada kalimat diatas tidak memotong sendiri rambutnya, tetapi justru membuat orang lain melakukannya – Saya “menyebabkan” mereka memotong rambut saya.
Have
Have merupakan causative verb yang umum. Ketimbang melakukan sesuatu dengan diri kita sendiri, kita “menyuruh” orang yang lain untuk melakukannya. Bentuknya sebagai berikut:
Kata kerja “to have” + objek + past participle (verb 3). Contoh:
- I had my jacket cleaned yesterday.
-
 Did you have your computer fixed?
Terkadang kita menggunakan have sebagai causative verb ketika kita ingin melakukan tindakan oleh diri kita sendiri. Contoh:
- When will the report be ready? I’ll do it by tomorrow morning. >>
- When will the report be ready? I’ll
 have it done by tomorrow morning.
Dengan menggunakan causative, kalimat ke-dua diatas mengalihkan perhatian dari pelaku tindakan, dan lebih memberikan perhatian kepada tindakan yang sedang dilakukan. Ini kedengaran sopan dan profesional.
Get
Get sering digunakan ketimbang have. Contoh:
·         I got my computer fixed – I had my computer fixed. Kedua kalimat ini maknanya sama.
·         I got my jacket cleaned. – I had my jacket cleaned. Kedua kalimat ini maknanya sama.
Causative verbs sering digunakan bersama dengan pengalaman-pengalaman negatif. Pada situasi-situasi ini lebih umum menggunakan have. Contoh:
·         I had my wallet stolen. (Saya sebenarnya tidak menyebabkan dompet saya dicuri – seseorang mencuri dompet saya dariku)
·         She had her window smashed.
Let
Let digunakan untuk membolehkan seseorang melakukan sesuatu. Bentuknya adalah let + orang + verb. Contoh:
·         John let me drive his new car.
·         Will your parents let you go to the party?
·         I don’t know if my boss will let me take the day off.
Make
Make digunakan untuk memaksa seseorang melakukan sesuatu. Bentuknya adalah make + orang + verb. Contoh:
·         My teacher made me apologize for what I had said.
·         Did somebody make you wear that ugly hat?
·         She made her children do their homework.


Subjunctive dalam bahasa Inggris

 

Subjunctive atau biasa disebut subjunctive mood adalah sebuah bentuk mood dalam kata kerja yang digunakan pada klausa terikat (dependent clause) untuk menyatakan berbagai keadaan yang tidak ril, meragukan, atau tidak faktual, seperti harapan, emosi, kemungkinan, permintaan, usulan, pengandaian, etc. Jadi sebuah kata kerja (verb) memiliki mood subjunctive ketika kata kerja tersebut menyatakan sebuah kondisi tidak ril.
Struktur subjunctive
Struktur subjunctive sangat sederhana. Untuk semua kata kerja kecuali bentuk past dari be, verb subjunctive sama dengan verb dasarnya.
Past: I, you, he, she, it, we, you, they => WERE (tidak ada WAS)
Present: I, you, he, she, it, we, you, they => BE (bukan lagi AM, IS, ARE)
Semua kata kerja selain BE tidak mengalami perubahan baik untuk past maupun present. Contohnya untuk kata kerja WORK.
Past: I, you, he, she, it, we, you, they => WORK (tidak ada penambahan -ed)
Present: I, you, he, she, it, we, you, they => WORK (tidak ada penambahan -s)
Perhatikan bahwa pada struktur di atas verb subjunctive bentuknya selalu sama baik kalimatnya past atau present. Perhatikan contoh berikut:
- Present: The President requests that they stop the occupation.
- Past: The President requested that they stop the occupation.
- Present: It is essential that she be present.
- Past: It was essential that she be present.
Kata kerja yang diikuti oleh subjunctive
advise (that)
ask (that)
command (that)
demand (that)
desire (that)
insist (that)
propose (that)
recommend (that)
request (that)
suggest (that)
urge (that)
Jadi setelah kata-kata kerja di atas, digunakan subjunctive pada dependent clausenya sehingga tidak ada perubahan kata kerja pada dependent clause. Contoh:
- Dr. Adnan asked that Mark submit his proposal before the end of the month.
- Diana requested Frank come to the meeting.
- The teacher insists that her students be on time.
Ungkapan yang diikuti oleh subjunctive
It is best (that)
It is crucial (that)
It is desirable (that)
It is essential (that)
It is imperative (that)
It is important (that)
It is recommended (that)
It is urgent (that)
It is vital (that)
It is a good idea (that)
It is a bad idea (that)
Jadi setelah ungkapan-ungkapan di atas digunakan subjunctive pada dependent clausenya sehingga tidak ada perubahan kata kerja pada dependent clause. Contoh:
- It is crucial that you be there before Jack arrives.
- It is important he attend the meeting.
- It is recommended that she take a gallon of water with him if he wants to hike to the bottom of the Latimojong.
Kita biasanya menggunakan subjunctive WERE ketimbang WAS setelah IF (dan kata serupa lainnya, as if, wish, suppose). Perhatikan kalimat berikut:
- If I were you, I would ask her.
- Suppose she were here. What would you say?
- I wish he were able to type faster.
Bentuk negatif, kontinyu, dan pasif dari Subjunctive
Contoh negatif:
- The boss insisted that Jane not be at the meeting.
- The company asked that employees not accept personal calls during business hours.
Contoh pasif:
- Jacky recommended that Susan be hired immediately.
- Vichelle demanded that you be allowed to take part in the negotiations.
Contoh bentuk progresif:
- It is important that we be standing there when she gets off the plane.
- It is crucial that a vehicle be waiting for the boss when the meeting is over.
Info gathered from [englishclub] and [englishpage]

sumber: http://englishonline.blogdetik.com/kursus-online/